Cumicumi, #1 Video Entertainment Portal

Setahun Garap Dua Film Besar, Hanung Bramantyo Akui Sangat Berat

CUMI MOVIES & TV
Setahun Garap Dua Film Besar, Hanung Bramantyo Akui Sangat Berat

Kemampuan Hanung Bramantyo di balik layar benar-benar diuji. Mendapat kesempatan menggarap dua film besar sekaligus, Hanung tentu patut bangga tapi juga menanggung beban berat. Namun di simpul inilah, suami Zaskia Adya Mecca itu akhirnya bisa membuktikan diri bahwa dirinya mampu menyelesaikan tugas besar dan berat sepanjang kariernya sebagai sutradara film.

hanung-bramantyo1.jpg

“Tahun ini ada dua film penting banget untuk karier saya. Pertama Habibie & Ainun 3 karena saya ikut menggawangi Habibie Ainun, sejak Habibie Ainun 1 sutradaranya Faozan Rizal. Kemudian Rudy Habibie lebih kepada saya. Semestinya harusnya Habibie & Ainun 3 sutradara lain, tapi saya kembalikan kepada co-producer waktu itu. Tapi kemudian satu dan lain hal, akhirnya saya terlibat langsung, sudah deh saya pegang sendiri. Karena buat saya berat. Saya saat membuat Habibie & Ainun 3, saya sedang post production Bumi Manusia yang sama-sama filmnya berat. Butuh perhatian. Jadi saya pamit 30 hari, tapi di tengah-tengah itu saya pulang ke Jakarta untuk urus Bumi Manusia,” cerita Hanung saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (26/9).

BACA JUGA, Sosok Jenius Membius, Hanung Bramantyo Akan Buatkan Film Tribute To Habibie?

Di tahun yang sama, Hanung menggarap dua film besar, yakni Bumi Manusia dan Habibie & Ainun 3. Memang tak sembarang orang mendapat kesempatan emas seperti Hanung, apalagi dua film tersebut membawa nama besar Pramoedya Ananta Toer dan BJ Habibie.

hanung-bramantyo3.jpg

“Jadi tahun ini, usia 44 ini ternyata 10 tahun saya berkarya. Pertama kali membuat Brownis sampai sekarang. Ini puncak, Pak Manoj (Punjabi) bilang ini nggak bisa diulangi lagi, ya saya nggak akan mengulangi lagi. Dalam setahun dua film besar dan punya memori yang luar biasa dan dua-duanya orang yang saya hormati. Pak Pram, Pak Habibie juga, dan kalimat kedua orang itu hampir sama. Keluarga Pak Pram bilang bahwa saya serahkan semua kepada ahlinya. Film ini adalah cucu dari Pak Pram, bukan anaknya Pak Pram. Kalau anaknya Pak Pram novel. Kalau sudah cucu, saya serahkan kepada cucu. Pak Habibie juga sama. Ketika membuat film ini (Habibie & Ainun 3) Pak Habibie sama sekali nggak ngerecokin adegan harus begini, segala macam. Pak Habibie dan Pak Pram adalah dua orang yang memberikan kebebasan, kemerdekaan buat saya,” tandasnya. O gun/vin