Cumicumi, #1 Video Entertainment Portal

Begini Sulitnya Acha Septriasa Belajar Bahasa Belanda

CUMI MOVIES & TV
Begini Sulitnya Acha Septriasa Belajar Bahasa Belanda

Di film Kartini, Acha Septriasa menghidupkan kembali karakter Roekmini, adik Raden Ajeng Kartini yang meneruskan perjuangan sang kakak. Meski sudah bermacam karakter diperankannya, Acha mengaku sempat kesulitan, terutama soal bahasa. Pasalnya, para bangsawan di era Kartini terbiasa berbicara dalam bahasa Jawa dan Belanda.

“Selama syuting, kendala terbesar adalah berbicara dalam bahasa Belanda. Walaupun dialog bahasa Belanda saya tidak sebanyak dialog Mbak Dian (Sastrowardoyo) atau Om Deddy Sutomo, tapi itupun sudah lumayan berat buat saya. Tapi dengan banyak melakukan latihan, kami bisa menyelesaikan problem ini,” ungkap Acha dalam rilisnya, Kamis (30/3).

acha-septriasa-2.jpg

Tak banyak kisah dan dokumen soal Roekmini, Acha pun harus melakukan riset khusus untuk mendalami perannya tersebut. Sutradara Hanung Bramantyo pun membantunya masuk ke dalam karakter itu.

“Saya banyak berdiskusi dengan Mas Hanung sebagai sutradara, lalu juga dengan Mbak Dian dan Ayushita, karena di film ini digambarkan bahwa ketiga bersaudara itu sangat dekat. Dari hasil riset dan diskusi panjang itu, saya bisa menyimpulkan bahwa Roekmini sangat perhatian terhadap kakaknya, Kartini, men-support segala ide dan gagasan kakaknya, dan berusaha mewujudkan bersama-sama,” jelasnya.

BACA JUGA, Wulan Guritno Bocorkan Kabar Kehamilan Acha Septriasa

Keseriusan Acha dalam memerankan Roekmini meninggalkan kesan yang manis. Tak hanya sekadar berakting, Acha pun mendapat banyak inspirasi dari film yang dibintanginya itu.

acha-septriasa-1.jpg

“Setelah bermain di film Kartini, saya mendapat inspirasi dan kesadaran bahwa perempuan harus mampu menyuarakan apa yang ada di pikirannya, apa gagasannya. Bisa punya cita-cita yang tinggi, bisa punya pendapat, bisa melakukan apa yang dia mau hingga melahirkan karya-karya, selain menjalankan tugas-tugas rumah tangga,” terangnya.

“Yang saya dapatkan, sebagai perempuan, saya punya rasa syukur yang lebih, menghargai setiap langkah karier yang sudah saya tempuh sampai sekarang ini untuk bisa berkarya sebagai perempuan yang sudah lahir pada zaman yang sudah merdeka,” tandasnya. O fie