Cumicumi, #1 Video Entertainment Portal

Penuh Haru, Sang Anak Ungkap Kronologi Meninggalnya Idang Rasjidi

CUMI CELEBS
Penuh Haru, Sang Anak Ungkap Kronologi Meninggalnya Idang Rasjidi

Belantika musik Indonesia kembali diterpa berita duka. Bagaimana tidak, musisi jazz senior tanah air, Idang Rasjidi meninggal dunia pada hari ini, tepatnya Minggu, 5 Desember 2021.

Diketahui Idang Rasjidi meninggal akibat penyakit komplikasi dan gagal ginjal. Hal tersebut diungkapkan oleh Shadu Rasjidi, anak dari Idang Rasjidi, kala menjelaskan penyakit yang diderita sang ayah.

Shadu menyebutkan bahwa pihak keluarga tak mengetahui Idang Rasjidi menderita sakit gagal ginjal.

350x230-img-93634-idang-rasjidi-instagramshadu-rasjidi.jpg

"Jantungnya ada sesuatu, tapi dokter waktu itu bilang napasnya bagus. Nah bikin kita kaget ternyata selama ini dia gagal ginjal juga," kata Shadu Rasjidi di TPU Kampung Kandang, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Minggu (5/12/2021).

Saat mengetahui Idang Rasjidi menderita gagal ginjal, pihak keluarga berencana mengambil tindakan cuci darah. Namun pihak medis menolak lantaran khawatir tindak itu berimbas pada jantung Idang Rasjdi.

"Nah kita mau cuci darah pas saat itu karena ada indikasi jantung, dari rumah sakit nggak berani karena takut nggak kuat," ungkapnya.

Tak pelak, para tenaga medis menyarankan Idang untuk melakukan USG jantung terlebih dahulu. Kendati demikian, kondisinya kian memburuk dan harus dilarikan ke ruang ICU.

"Akhirnya besoknya kita mau USG jantung, nah besokkannya jam setengah 7 pagi papa sempet ilang, napasnya berenti pihak rumah sakit telepon ke kami, kami ke rumah sakit, kita sampe ICU dia udah pake ventilator," terangnya.

"Habis itu kita cek terus, kita rawat beliau akhirnya terakhir gagal jantung, jadi sudah gagal ginjal, gagal jantung," sambungnya.

Maka dari itu, pihak keluarga terpaksa mengambil keputusan berat dengan resiko besar, yaitu melakukan kateterisasi jantung dnegan alat bantu untuk mendeteksi gangguan atau kelainan pada jantung.

"Terakhir kita mengambil keputusan berat harus masang kateter. Dokter bilang resikonya berat cuma kita kalau nggak milih gimana, harus milih kan. Kita pikiran pada saat itu, oke kita ambil yang tercepat. Kalau bokap dikasih obat, obat sakit terus lama, jadi kira-kira seperti itu didiagnosa penyakit apa," jelasnya.

Sayangnya tindakan itu tidak bisa menolong Idang Rasjidi. Ia menghembuskan napas terakhirnya pada tengah malam sekitar pukul 23.35 WIB, Sabtu (4/12/2021).

"Jam 23.35 WIB (meninggal)," tuturnya.

Jenazah Idang Rasjidi sendiri telah dimakamkan di TPU Kampung Kandang, Jagakarsa, Jakarta Selatan, sekitar pukul 12.00 WIB, Minggu (5/12/2021). (WS)