Cumicumi, #1 Video Entertainment Portal

Laporkan Bambang Pamungkas soal Dugaan Penelantaran Anak, Amalia Fujiawati Ingin 2 Anaknya Diakui

CUMI CELEBS
Laporkan Bambang Pamungkas soal Dugaan Penelantaran Anak, Amalia Fujiawati Ingin 2 Anaknya Diakui

Mantan pesepakbola nasional, Bambang Pamungkas baru-baru ini dipolisikan oleh perempuan bernama Amalia Fujiawati ke Polda Metro Jaya.

Dalam laporan yang dilayangkan Amalia itu, Bambang Pamungkas diduga melakukan penelantaran anak.

Hal tersebut diungkapkan oleh pengacara pelapor, Ali Nurdin mengatakan, jika terbukti, Bambang Pamungkas terancam penjara selama 5 tahun dengan denda Rp 100 juta.

“Intinya ada penelantaran anak. Di situ ada pidananya dengan ancaman penjara maksimal lima tahun dan denda Rp 100 juta,” kata Ali Nurdin, Kamis (2/12/2021).

Sebelumnya, Amalia Fujiawati telah membuat laporan ke Pengadilan Agama Jakarta Selatan terkait pengesahan anak. Namun, laporan tersebut ditolak lantaran pernikahan Bambang dan Amalia tak terbukti.

Terkait hal tersebut, Nurdin menyebutkan bahwa Bambang Pamungkas telah memberikan keterangan palsu pada pihak kepolisian.

“Pasalnya mungkin nanti kita akan diskusi lagi. Karena memang ada keterangan palsu dan bohong yang dilakukan pihak sana di muka persidangan. Karena dalam persidangan sama sekali tidak diakui bahwa beliau ada hubungan dengan Ibu Amalia. Itu sama sekali dibantah,” ujarnya.

Amalia Fujiawati resmi melaporkan Bambang Pamungkas di Polda Metro Jaya. Laporan tersebut tercatat dengan nomor laporan LP/B/6039/XII/2021/SPKT/POLDA METRO JAYA.

Sebagai informasi, ini bukanlah kali pertama Bambang Pamungkas terjerat dalam kasus dugaan penelantaran anak.

Sebelumnya, seorang gadis bernama Jane Abel juga melakukan tes DNA untuk membuktikan keabsahannya sebagai anak kandung BP.

“Kita sudah melakukan tes DNA di salah satu lab terkemuka juga. Metodenya adalah metode yang lebih spesifik lagi dari pengambilan darah dan ini hasilnya dikirm ke Amerika… Jadi ini bener-bener hasilnya dari Indonesia dikirim ke Amerika, diuji di sana, baru dikembalikan lagi di Indoneisa,” ujar Ali Nurdin pada Rabu, 1 September 2021. (WS)