Cumicumi, #1 Video Entertainment Portal

Tanggapan Wanda Hamidah Usai Disebut Tak Paham Asuransi

CUMI CELEBS
Tanggapan Wanda Hamidah Usai Disebut Tak Paham Asuransi

Baru-baru ini jagad maya digegerkan dengan pengakuan Wanda Hamidah yang merasa menyesal telah menggunakan sebuah asuransi kesehatan swasta.

Kekesalan itu berawal saat Wanda todak bisa mencairkan dana asuransi sesuai yang ia butuhkan untuk biaya operasi anaknya.

instagram-wandahamidah-diakses-11-oktober-2021-0800-wib.png

Kekesalan Wanda itu langsung jadi viral dan perbincangan panas publik. Namun kasus ini juga membuat Wanda jadi bahan hujatan oleh sebagian orang yang bekerja di perusahaan asuransi.

Tak hanya diperbincangkan, namun unggahan sang artis pun menuai perdebatan di antara netizen yang tak kunjung selesai.

Bahkan ada yang sampai menyebut Wanda bodoh karena sudah sekolah tinggi tapi tak paham dengan sistem polis asuransi. Hal itu justru tak membuat Wanda merasa gentar dan takut untuk bersuara di media sosial.

00390083s1.jpg

"Kumpulin dulu deh bullying para agen yang bilang saya sekolah tinggi-tinggi tapi bodoh nggak bisa baca polis, nggak bisa bedain asuransi dan tabungan," tulis Wanda Hamidah di Instagram Stories.

Wanda juga disebut telah menyebarkan fitnah terhadap perusahaan asuransi tersebut. Ia bahkan dinilai bisa terancam UU ITE karena pencemaran nama baik.

"Saya fitnah, mau dijerumuskan ke penjara karena pencemaran nama baik pakai UU ITE. Apa lagi? Apa lagi? Masih dikit nih..Ayo-ayo bring it on," ungkap Wanda.

Meski begitu pihak perusahaan Prudential berujar sudah menyampaikan tanggapan terhadap keluhan Wanda. Luskito Hambali selaku Chief Marketing and Communications Officer Prudential Indonesia menjelaskan bahwa klaim rawat inap dan manfaat pembedahan atas polis yang dimiliki nasabah tersebut sudah sesuai dengan ketentuan yang ada.

"Dapat kami pastikan, besaran biaya yang di-cover dari manfaat klaim rawat inap dan manfaat pembedahan diberikan sesuai dengan plan yang dimiliki nasabah dan ketentuan polis," kata Luskito.

"Semua hal itu dilakukan oleh Prudential Indonesia sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku, khususnya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK)," tutup Luskito. (WS)