Cumicumi, #1 Video Entertainment Portal

Dokter Tirta : Gaya Saya Memang Seperti Ini, Kalau ada yang Anggap Sotoy Ya Silahkan

CUMI CELEBS
Dokter Tirta : Gaya Saya Memang Seperti Ini, Kalau ada yang Anggap Sotoy Ya Silahkan

Dokter Tirta merupakan seorang dokter yang juga aktif di media sosial dengan gayanya yang eksentrik. Dokter Tirta pun menyadari dengan gaya nya yang khas tentu tak semua orang bisa menerima. Namun dirinya tak mau ambil pusing dengan komentar komentar negatif mengenai gaya tentang dirinya. Karena yang terpenting adalah kesehatan masyarakat menjadi terutama sehingga Dokter Tirta akan terus memberikan edukasi kepada masyarakat terkhusus pengetahuan tentang pencegahan covid-19. Bahkan Dokter Tirta mendoakan kepada haters agar selalu sehat dan dilancarkan rezekinya. b.jpg

“Gaya saya seperti ini emang resikonya akan banyak haters ya tapi kalau saya bodo amat sih karena apa yang saya lakukan ini kan demi kebaikan jadinya baik buruknya saya kan yang menilai Allah bukan mereka. Kalau saya sih ga peduli dengan viral nya sih kalau saya yang penitng edukasinya ya dari tahun 2016 ya karena dari dulu saya emang seperti ini suka sharing dari kampus waktu kuliah, sharing kebaikan dan pegawai saya juga anak anak yang butuh sekolah ya dan kebetulan saja metode saya berbagi disukai oleh orang banyak tapi ada juga yang ga suka akan tetap mereka menerima atas informasi yang saya kasih dan banyak juga akhirnya influencer yang ikut. Saya selalu doakan untuk haters saya untuk selalu sehat dan rezekinya lancar selalu” Ujar Dokter Tirta.

Dokter Tirta pun tidak ambil pusing jika ada yang memberikan cap sotoy kepada dirinya. Yang terpenting edukasi kepada masyarakat tentang kesehatan adalah yang terutama.

“Kalau ada yang anggap saya sotoy ya monggo tapi kalau ada yang percaya dengan edukasi saya ya alhamdulillahyang penting semuanya saya doakan selamat. Kalau buat saya kalau melihat pasien sembuh itu sangat berarti buat saya. Kenapa saya sampai sekarang ini saya begitu perduli karena saya sudah terikat dengan sumpah. Dokter itu kalau sudah disumpah sampai mati akan terikat dengan sumpahnya tersebut. Sumpahnya itu kan melindungi kesehatan pasien ya udah itu aja tugas saya melindungi masyarakat. ” ungkap Dokter Tirta. c.jpg

Memiliki folower merupakan tanggung jawabnya untuk memberikan konten yang bermanfaat dan positif. Karena bagi Dokter Tirta semua nya harus dipertanggung jawabkan kelak di akherat semua amal perbuatan.

“Karena saya punya folower yang banyak makanya saya harus memberikan edukasi yang positif ya jadinya kita harus bertannggung jawab dengan folower kita ya. Jadinya masa kita sebarkan kejelekan kan ya engga kan nanti pertanggung jawaban saya ke akherat bagaimana bisa masuk neraka dong kalau jadi tukang adu domba dan fitnah kan begitu.” ujar dokter Tirta.

Mengenai gaya nya selama ini yang untuk sebagian orang kurang bisa menerima nya Dokter Tirta tidak mempermasalahkan karena semua orang memiliki keunikan, kelebihan serta kekurangan masing masing. d.jpg

“Ya saya kan dari hidup seperti ini terus kalau saya berubah ya bukan dokter Tirta itu. Ya gaya saya memang seperti ini ya masa saya tiba tiba seperti Ustad Yusuf Mansyur atau tiba tiba saya seperti Najwa Sihab ya ga mungkin lah. Semua orang punya ciri khas masing masing dan ciri khas tersebut merupakan kelebihan dari seseorang. Itulah alasan Allah menciptakan manusia dengan kelebihan dan kekurangannya, ya uniknya saya seperti ini dan saya manfaatkan untuk kebaikan, titik.” Jelas Dokter Tirta.

Dokter Tirta pun menjelaskan jika teman teman seperjuangannya yaitu tenaga medis masih tetap semangat untuk berjuang menyembuhkan pasien yang positif corona. Kata menyerah tidak ada dikamus para tenaga medis karena mereka telah terikat sumpah.

“Tenaga medis kan beban psikologisnya kan tinggi sekali ya jadi kadang kita butuh hiburan. Coba bayangkan tiga bulan ga ketemu keluarga terus ga ada yang masakin, kemudian Salat Ied kemarin sendiri, jadi stres nya ya disitu kita terjebak pada rutinitas yang kita ga tahu mau sampai kapan berakhirnya tapi kita kerja tidak mengeluh dan selalu ikhlas dan kita ga mikirin uang tapi yang paling penting pasien sakit jadi sehat dan orang sehat tetap sehat karena tugas dokter kan ada empat yaitu promotif, edukatif prefentif dan rehabilitatif. Tim medis ini cape ya cape tapi ya mereka tetap senang ya karena kita optimis lah. Kalau cape ya pasti cape cuma ya bagaimana caranya kita tetap sebarkan aura positif agar para tenaga medis tetap semangat. Tenaga medis ini ga ada yang menyerah kalau mereka menyerah sumpahnya ya dicoret . Yang penting masyarakat disiplin menjalankan protokol kesehatan agar terhindar dari penularan covid-19 itu sendiri. Penyakit itu ga ada yang main main. Namanya penyakit ya penyakit harus diwaspadai bukan ditakuti.” tutup dokter Tirta.