Cumicumi, #1 Video Entertainment Portal

Buat Yang Anggap Sepele dengan Virus Corona, Ada Pesan Nih dari Penggali Makam

CUMI CELEBS
Buat Yang Anggap Sepele dengan Virus Corona, Ada Pesan Nih dari Penggali Makam

Hari lebaran telah tiba dan dirayakan oleh seluruh umat muslim diseluruh dunia tak terkecuali di Indonesia. Namun badai pandemi corona membuat suasana perayaan Idul Fitri menjadi prihatin dengan berbagai kisah lara duka. Salah satunya adalah para penggali makam di TPU Pemakaman khusus jenazah pasien corona dikawasan Pondok Rangon Jakarta Selatan. Jika seluruh umat Islam merayakan lebaran dirumah masing masing bersama dengan keluarga maka panggali makam di TPU Pondok Rangon justru harus tetap berjibaku menerima jenazah terindikasi corona untuk tetap dimakamkan. 2.jpg

“Untuk di hari lebaran pertama ini saya bertugas untuk memakamkan yang terindikasi covid-19 kebetulan masih tugas dari pagi sudah 12 jenazah masuk hari ini. Kalau biasanya sih ya paling cuman gali satu atau dua jenazah ya tapi di musim pandemi ini ya bisa sampe ekstra pagi sampai malam hari.” ujar Adang, Penggali makan di TPU Pndok Rangon Jakarta Selatan.

Penggali makam jenazah terindikasi corona tetap masuk dan bekerja di hari lebaran kemarin. Jika lebaran tahun sebelumnya bisa mudik namun cerita tahun ini sungguh berbeda dan menyedihkan. Dan buat yang masih anggap sepele dengan virus corona maka ada pesan dari penggali makam TPU Pondok Rangon. 3.jpg

“Sebagai manusia ya saya sangat sedih gak bisa kumpul sama keluarga, ya biasanya kan hari raya itu bisa kumpul sama keluarga sama saudara tapi tahun ini gak bisa karena ya juga sudah tugas kemanusiaan. Kalau orang orang yang bandel dan mengabaikan aturan dari pemerintah ya akan sama berakhir disini ini di kuburan ini. Ya sebaiknya jujur ngeri sekali virus ini jagan dianggap sepele.” ujar Sanan, Penggali Makam TPU Pondok Rangon.

Tak hanya kesedihan saja yang dirasakan oleh para penggali makam namun juga rasa lelah yang sangat luar biasa dikarenakan dalam satu hari dimasa pandemi corona harus menyiapkan sedikitnya 20 lubang untuk jenazah yang terindikasi positif corona.

“Kesedihan ya manusiawi ya mba beda sama tahun lalu ya saya masih bisa kumpul sama keluarga dan bisa mudik, kalau tahun ini saya gak bisa mudik dikarenakan ada tugas dari pimpinan gak boleh mudik dulu karena situasi pandemi ini ya keluarga di kampung takutnya tertular aja. Rasa kesal ya pasti ada ya cuma gak bisa berkata apa apa kami hanya perpanjangan tangan aja dari Pemda. Hanya bisa kasih info lewat spanduk saja ya supaya masyarakat tahu biar jangan terkena virus ini. Dan kami disni sebenarnya sudah merasa lelah, sudah merasa cape tiap hari ya kami harus menyiapkan paling sedikit itu 20 lubang kami siapkan dalam 1 hari.” ujar Adang, penggali makam TPU Pondok Rangon.

Jika para penggali makam telah memberikan pesan kepada seluruh masyarakat terkhusus masyarakat yang anggap sepele dengan virus corona, maka kegeraman juga muncul dari Arumi Bachsin dan Emil Dardak kepada masyarakat yang tidak patuh menjalankan protokol kesehatan. 4.jpg

“Tanggapan melihat sebagaian masyarakat yang masih belum disiplin menerapkan protokol kesehatan jawabannya aduhhh, ga bisa diungkapkan dengan kata kata ya melihat perilaku sebagian masyarakat seperti itu ya ga pakai masker ke mall karena kalau saya lihat dan pantau dari sosial media ya saya sedih ya miris iya prihatin juga iya tetapi juga saya bisa mengerti ya apalagi momen lebaran ini kan momen yang sangat sakral ya bagi umat Islam tapi tidak bisa kita pungkiri kalau kita tidak bisa memikirkan untuk diri kita sendiri karena apapun yang kita lakukan bukan hanya untuk diri kita sendiri tapi juga untuk anak istri dan suami kita jadi kepedulian sangat kita butuhkan untuk saat ini. Jadi solidaritas sangat kita perlukan sampai solidaritas ekonomi juga.” ujar Arumi Bachsin dan Emil Dardak.