Cumicumi, #1 Video Entertainment Portal

7 Tahun Kepergian Almarhum Uje, Ini yang dirindukan oleh Abidzar

CUMI CELEBS

Tujuh tahun sudah Almarhum Uje pergi untuk selamanya. Selama 7 tahun ini, Abidzar mengakui bahwa banyak yang dirindukan terhadap sosok Ayahanda tercinta yang sangat dicintainya. Abidzar mengatakan bagaimana cara berbicara Almarhum yang hingga kini masih sangat teringat dibenak dan ingatan Abidzar. Selain cara berbicara Uje, ternyata yang dirindukan oleh Abidzar adalah cara Uje memanjakan dan selalu mengajak jalan-jalan bersama. Namun dibalik kerinduannya dirinya terhadap Uje, Abidzar mengatakan sudah lama ikhlas atas kepergian sang Ayah tercinta, sehingga sedikit demi sedikit mampu mengurangi kesedihan yang dirasakannya selama ini.

ABIDZAR-1.jpg

“7 tahun sepeninggal Almarhum, banyak banget yang dirindukan pasti, cara ngomong beliau yang ga bisa kita denger lagi, cara beliau manjain anak-anaknya terus suka jalan-jalan bareng. Masalah kesedihan itu tergantung ikhlas atau engganya kita ridho kita. Sosok Ayah dipanggil Allah Alhamdulillah kita ikhlas jadi kesedihan sudah berkurang.” ujar Abidzar. Sebagai anak sulung, Abidzar selalu teringat pesan yang disampaikan oleh Uje agar jangan lupa dan tidak meninggalkan sholat. Selain itu, Abidzar juga rutin untuk berziarah ke makam Uje dan menggelar yasinan setiap malam jumat.

ABIDZAR-3.jpg

“Pesan Almarhum yang terus di inget ga jauh jauh dari agama jangan lupa sholat mau jadi apapun bebas terserah asal jangan lupain sholat. Cara tetap ingat dan merasa dekat dengan Almarhum yang pasti setiap malam jumat kita yasinan, nyekar ke makam Almarhum pokonya ga jauh-jauh dari agama.” ungkap Abidzar.

Menginjak usia remaja, Abidzar telah terpikir untuk meneruskan jejak dan langkah Uje dibidang dakwah, namun menurut Abidzar untuk saat ini masih ingin mencari jati diri sekaligus pengembangan diri.

“Untuk niat nerusin Almarhum sudah ada cuma ya sudah lah gua masih muda masih pengen santai-santai saja dulu yang penting sholat tetap jalan dan pengen cari jati diri dulu saja kalo emang udah siap baru lanjut. Pihak keluarga terutama Umi ga ada paksaan sama sepeti Almarhum, dibebasin mau jadi apa saja yang penting bermanfaat dan halal.” pungkas Abidzar.

Mengenai motor legendaris Uje yang telah dibeli oleh Ustadz Zaki, Abidzar mengatakan hal ini merupakan langkah yang terbaik, karena motor bersejarah milik Uje jatuh ketangan orang yang tepat. Selain itu alasan Ustadz Zaki membeli motor bersejarah milik Uje untuk sedekah kepada pesantren sangat diterima oleh Abidzar.

ABIDZAR-2.jpg

“Kenapa motor ga jadi kendaraan pribadi saja karena sayang sih,lebih baik diterusin sama orang yang mau ngerawat dan sayang sama beliau. Rasa sedih sih ga ada kalo lihat motor ini, karena niat baik dari Ustadz Zaki untuk sedekah ke pesantren juga jadi ya sudah lah, Umi juga sebenernya sudah angkat tangan dari awal udh diserahin ke anak yang paling tua jadi itu motor udah terselesaikan.

ABIDZAR-4.jpg