Cumicumi, #1 Video Entertainment Portal

Masyarakat Kalangan Bawah terimbas Pandemi Corona, Para Selebriti Turut Prihatin.

CUMI CELEBS
Masyarakat Kalangan Bawah terimbas Pandemi Corona, Para Selebriti Turut Prihatin.

Mewabahnya pandemi virus corona di tanah air tercinta tentu mengubah berbagai aspek kehidupan ditengah masyarakat khususnya di DKI Jakarta. Saat kehidupan berjalan sulit dikarenakan lesunya ekonomi, kesedihan bertubi-tubi kembali dirasakan setelah pemberlakuan larangan mudik yang mulai aktif pada tanggal 24 April 2020 lalu. Seperti yang dirasakan oleh penjual kopi bernama Parihatun yang harus menahan rindunya kepada keluarga di kampung halaman. 2.jpg

“Sebenarnya saya ingin pulang ke kampung halaman, Cuma karena corona ini seperti ini ga bisa pulang kampung, gimana mau pulang kampung duitnya engga ada. Gimana juga mau kumpulin duitnya juga ga ada karena ga ada pemasukan. Sebenarnya saya rindu banget ingin sekali ketemu dengan bapak saya, anak saya, keluarga saya tapi ga bisa pulang karena keadaan lagi seperti ini. Mau pulang kampung ga punya uang, untuk makan sehari-hari saja sudah susah.” ujar nya Parihatun dengan meneteskan air mata.

Kepedihan dirasakan bukan hanya yang beraktifitas seperti Parihatun yang berdagang kopi di jalanan. Kesedihan dan kepedihan juga dirasakan oleh seorang nenek bernama Iyunah dan berusia 78 tahun yang selama ini mengais rezeki dengan menawarkan tenaganya untuk memijit orang yang memerlukan tenaganya. Semenjak pandemi virus corona, Iyunah mengaku bahwa orang yang membutuhkan tenaganya untuk memijat menjadi turun drastis. Dengan berlinang air mata, Iyunah pun terlihat tak kuasa menahan kesedihan betapa sulitnya perjuangan hidup di saat masa pandemi virus corona. Iyunah pun berharap jika wabah pandemi virus corona segera berlalu sehingga dapat kembali mencari rezeki demi kelangsungan hidupnya. 3.jpg

“Sepi ini panggilan untuk mijit orang, pada takut semua. Ya sehari-harinya gimana lagi, kalau ada rezeki ya emak baru bisa makan dengan lauk. Kalau begini ya udah lah pasrah aja. Ya pokoknya doa emak semoga corona ini segera cepat selesai jangan kelamaan, emak jadi repot. Kalau ngurut sih ga nentu ya kalau ada yg minta emak untuk ngurut ya suka dapat 50 samai 100 ribu, tapi ga tiap hari ada juga yang minta ngurut. Nah pas corona ini sama sekali ga ada yang minta buat diurut, ga ada pemasukan sama sekali, jadi bingung emak. Ya rasanya hati sampai sedih banget ini.” ujar Iyunah dengan berlinang air mata.

Selain itu, Kesedihan juga dirasakan oleh masyarakat Jakarta ditengah pandemi virus corona. Karena imbas pandemi virus corona sejumlah masyarakat Jakarta terpaksa harus menjadi tunawisma lantaran tidak sanggup lagi membayar kontrakan atau indekos. Akhirnya banyak dari mereka yang tidur di trotoar dan emperan toko. Seperti yang terlihat dikawasan Tanah Abang Jakarta Pusat. Pasca diberlakukannya PSBB, sebagian aktivitas ekonomi menjadi terhenti guna memutus mata rantai penyebaran virus corona. Sebagian masyarakat yang menjadi tuna wisma ini karena tempat kerja nya ditutup dan mengalami pemutusan hubungan kerja atau dirumahkan tanpa mendapatkan upah. Alhasil mereka pun bertahan hidup hanya dari bantuan warga yang peduli ataupun Pemerintah. 4.jpg

Kondisi mengenaskan dan menyedihkan ini membuat selebriti menjadi prihatin. Salah satunya adalah Irma Darmawangsa. Dengan kondisi banyak nya masyarakat yang kehilangan pekerjaan dan mata pencaharian mereka, Irma hanya turut prihatin.

“Irma jadi prhatin dengan berita yang viral sekarang ini jadi banyak yang menjadi tunawisma karena mereka tidak mampu membayar tempat sewa tempat kontrakan mereka akibat kehilangan pekerjaan di masa pandemi virus corona. Saya tidak menyalahkan mereka yang tidak membayar bulanan kontrakan mereka namun para pemilik kontrakan dan kosan mungkin bisa memberikan kelonggaran terlebih dulu ya kepada mereka di saat pandemi virus corona.” ujar Irma Darmawangsa.

Atas kejadian ini Pemerintah Provinsi DKI Jakrta pun mengambil langkah untuk memindahkan para warga yang menjadi tunawisma tersebut ke Gelanggang Olahraga Tanah Abang. Hal ini pun disambut oleh mereka yang terdampak pandemi virus corona karena mereka sudah tidak mengetahui lagi kemana mereka harus melangkah. Ditambah lagi fasilitas penunjang yang ada didalam GOR terbilang baik yakni ruang tidur dengan fasilitas kamar mandi yang bersih hingga dapur umum serta tersedianya kebutuhan pangan sehari-hari dapat terpenuhi. 5.jpg

Melihat kondisi yang sangat memprihatinkan ini, Ricky Perdana juga mengakui turut bersedih dan hati terasa miris. Ricky Perdana berharap agar para aparat Pemerintah dapat lebih serius lagi untuk bisa mengatasi masalah yang tengah dihadapi masyarakat yang terimbas langsung wabah pandemi virus corona. “Dengan adanya pandemi virus corona ini membuat mereka yang terimbas langsung pandemi virus corona ini menjadi tunawisma di Jakarta. Hal ini sunggu membuat hati ini miris. Ini sangat menyedihkan. Ya hal ini harus dipikirkan oleh para Pejabat dan pemegang kekuasaan agar dipikirkan segera masalah ini agar masyarakat bisa kembali sejahtera.” tutup Ricky Perdana.