Cumicumi, #1 Video Entertainment Portal

Galih Ginanjar Divonis Paling Berat atas Kasus Video Ikan Asin, Begini Reaksi Barbie Kumalasari

CUMI CELEBS

Pasca vonis yang dijatuhkan pada Galih Ginanjar atas kasus video ikan asin, sang istri, Barbie Kumalasari pun ikut memberi tanggapan. Pada sidang putusan yang digelar pada (13/4) lalu secara online, Galih Ginanjar divonis 2 tahun 4 bulan penjara.

Hukuman Galih Ginanjar lebih berat dari dua sahabatnya, Pablo Benua dan Rey Utami. Pablo Benua sendiri divonis 1 tahun 8 bulan sedangan Rey Utami 1 tahun 4 bulan hukuman penjara. Hal ini membuat Galih Ginanjar siap ajukan banding.

2.jpg

"Kalau buat putusan kemarin ini, tim kita sekarang lagi ngerembukin apakah kita akan banding atau menerima, kita masih rembukan ya," ujar Barbie Kumalasari saat dihubungi pada Jumat (17/4).

Lebih lanjut, Barbie Kumalasari pun mengungkapkan alasannya jarang mengunjungi Galih di Polda Metro Jaya. Hal ini disebabkan pandemi virus corona yang tengah mewabah sehingga dirinya juga turut menjaga jarak dengan orang-orang di sekitarnya.

"Beberapa kali aku enggak kelihatan, apalagi pas putusan kan karena memang semenjak adanya PSBB ini kita enggak bisa kumpul, dan Galih pun juga ada di rutan Polda kan," ucap istri Galih Ginanjar ini.

BACA JUGA, [Divonis 2 Tahun 4 Bulan dalam Kasus Video Ikan Asin, Galih Ginanjar Siap Ajukan Banding]( https://www.cumicumi.com/news/cumi-celebs/175618/divonis-2-tahun-4-bulan-dalam-kasus-video-ikan-asin-galih-ginanjar-siap-ajukan-banding)

Isu perceraian yang merebak selama ini tak membuat Barbie Kumalasari lupa untuk berkomunikasi dengan suaminya. Meski jarang hadir di setiap persidangan, Barbie selalu berusaha untuk melakukan komunikasi melalui pengacaranya.

"Kalau aku buat kontakan sama Galih pasti lah ya, masih ada sampai kemarin juga. Baik secara aku langsung maupun diwakilkan tim kuasa hukum, masih," jelas ibu satu anak ini.

th_711x391_5e41460d47ef6115953799.jpg

Barbie pun menjelaskan alasan dirinya tak hadir saat sidang putusan lalu, di mana nasib Galih ditentukan. Bukan karena sebab lain, namun karena sidang yang digelar secara teleconference online, membuat Barbie merasa tak perlu hadir di pengadilan.

"Sidang kemarin pun pakai teleconference, jadi ya menurut aku enggak ada gunanya juga aku datang ke Pengadilan Jakarta Selatan gitu," ujar Barbie Kumalasari.

Sebelumnya, Galih Ginanjar divonis hukuman 2 tahun 4 bulan oleh majelis hakim. Vonis tersebut lebih ringan daripada tuntutan jaksa penuntut umum yang menuntut 3,5 tahun hukuman penjara. Kuasa hukum juga menyebutkan jika denda yang dijatuhkan diringankan sebesar Rp 100 Juta.

79599840_189701905546358_5667486682286787330_n.jpg

"Memang di sini kami sudah ada penurunan upaya hukuman ya, dari 3,5 tahun menjadi 2 tahun 4 bulan, jadi berkurang 1 tahun 2 bulan dan ada pengurangan denda 100 juta," ujar Sugiarto selaku kuasa hukum Galih Ginanjar.

Merasa tidak puas dengan harapannya, Galih Ginanjar pun akan mengajukan banding. Tim kuasa hukum pun segera menyiapkan materi untuk langkah hukum yang diambil.

Berbeda dengan Galih, Pablo Benua dan Rey Utami memilih untuk mengambil waktu berpikir selama satu minggu untuk menentukan langkah hukum yang diambil. Hal ini diungkapkan oleh kuasa hukum usai sidang putusan berlangsung pada Senin (13/4) lalu.

"Kami sebagai kuasa hukum daripada terdakwa Pablo dan Rey telah komumunikasi secara teleconference, untuk menentukan sikap ke depan. Ini kami akan berpikir dulu dalam satu minggu ini apakah kita akan menentukan banding atau kita terima putusan ini," ujar Rihat Hutabarat saat ditemui usai sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (13/4).