Cumicumi, #1 Video Entertainment Portal

Metamorfosis Glenn Fredly, dari Seorang Bocah Nakal Hingga Menjadi Artis Papan Atas

CUMI CELEBS

Nama besar Mendiang Glenn Fredly di ranah musik tanah air menyisakan begitu banyak kenangan. Nyong Ambon ini lahir di Jakarta pada tanggal 30 September 1975 memiliki rangkaian cerita yang berliku dalam kehidupan dan tentu saja perjuangannya kala merintis karir sebagai penyanyi hingga menjadikannya sebagai salah satu pencipta dan juga sebagai penyanyi papan atas tanah air. 2.jpg

Berdarah Ambon tulen dari Sang Ayah tercinta, Glenn kecil yang memiliki nama lengkap Glenn Fredly Deviano Latuihamallo lahir di Jakarta dari pasangan Hengky David Latuihamallo dan Linda Mirna Siahaya. Ayahnya bekerja sebagai karyawan BUMN sementara sang Ibunda tercinta bekerja sebagai Ibu Rumah Tangga yang memiliki hoby bernyanyi. 3.jpg

Meski di didik secara tegas dan keras oleh kedua orang tuanya, Glenn tetaplah seorang anak dengan kenakalan kenakalan remaja seusianya. Misalnya untuk mendapatkan uang jajan lebih, Glenn yang berasal dari keluarga berkecukupan sempat menyambi menjadi pedagang koran dan ojek payung hingga berjualan kue. Di sisi lain, meskipun dirumah Glenn dididik dengan sangat disiplin, namun pergaulan diluar rumah Glenn Fredly akrab dengan anak anak yang tergolong nakal. Tidak heran, jika di usianya masih Sekolah Dasar, Glenn kecil sudah akrab dengan rokok, pengalaman yang kemudian disesalinya saat dirinya mulai beranjak dewasa.

Hal ini pernah dingkapkan oleh Glenn Fredly saat diwawancara secara eklusif oleh Redaksi Silet beberapa tahun silam. Berikut wawancara Glenn Fredly saat diwawancarai oleh Redaksi Silet pada tahun 2005

“Masa kecil gue lahir dan besar di Jakarta. Gue berasal dari keluarga yang berkecukupan. Di masa masa saat ini sangat berpengaruh besar dalam pertumbuhan hidup gue. Gue sekolah dasar kelas 4 sudah jualan koran, padahal gue adalah anak yang punya dan berada lah. Kapasitas gue pada saat itu berjualan koran untuk jajan gue sendiri dan untuk jajan adik adik gue. Gue terbawa akhirnya dengan pergaulan gue saat masih kecil. Gue akhirnya bisa mandiri dengan gue berjualan koran sampai gue juga jualan kue.”

“ Menurut gue sih kenakalan gue pada saat gue masih kecil itu ga masuk akal lah. Gue dari gue masih sekolah SD, gue udah ngerokok. Wah gila deh gue ga bisa ngebayangin hal hal yang gak bisa gue bayangin, hal hal yang ga pernah terpikir. Pada saat masih kecil seperti itulah, gue sudah melakukan hal hal yang sedemikian ya.”

“Bokap gue latar belakangnya dari Ambon, besarnya di Ujungpandang, kalau Nyokap gue juga dari Ambon, dengan latar belakang didikannya gaya Belanda keras. Gue ngerasain banget ya, gaya itu bukan hanya di diri Bokap Nyokap gue, tapi juga Om gue juga sama kerasnya. Karena gue pernah tinggal satu rumah itu isinya keluarga besar semua.”

Lingkungan keluarga yang akrab dengan musik menjadikan Glenn kecil sudah piawai bernyanyi. Hal ini dibuktikan dengan keberhasilannya menjuarai sebuah lomba nyanyi anak anak yang penyerahan pialanya dilakukan oleh Kak Seto. Sayangnya prestasi membanggakan Glenn ini tidak dibarengi dengan prestasi di bidang pendidikan. Selepas menjadi juara nyanyi, Glenn justru tidak naik kelas sehingga harus pindah sekolah. Saat duduk di Sekolah Menengah Pertama, kenakalan Glenn Fredly saat remaja semakin menonjol, sementara prestasi di dunia nyanyi semakin mandeg. 4.jpg

“Piala pertama yang gue dapat itu yang nyerahin Kak Seto. Juara dua nya itu Reza Artamevia. Gue ceritain ini waktu gue ketemu Kak Seto. Dan fotonya masih ada karena gue simpan soalnya fotonya. Waktu gue nyanyiin itu lagunya yang gue bawain kalau ngga salah lagunya Pak A.T. Mahmud.” “Terus gue pertama kali kenal drugs itu waktu gue kelas satu SMP."

Saat duduk di bangku SMA, ada peristiwa yang begitu menyentak yang membuat Glenn saat remaja seperti ingin kembali pada masa kecilnya yang akrab dengan tarik suara. Peristiwa tersebut adalah meninggalnya sang Opa tercinta yang merupakan orang pertama yang mengajarkannya kepada tarik suara. Dari momen inilah gairah dan keinginan Glenn untuk bernyanyi kembali meletup.

“Glenn kecil itu punya atmosfer seni nya dari orang sekitar gue. Opa gue lah yang ngajarin gue untuk bisa membaca not balok. Semua yang berhubungan dengan musik, Opa guelah yang ngajarin ke gue. Hampir setiap harilah Opa gue ngajarin gue tentang musik. opah.jpg

Glenn pada akhirnya bangkit dan mulai kembali rajin mengikuti festival musik hingga dirinya pun sempat menjadi juara tingkat nasional. Dari sini pula tapak karir bernyanyinya mulai terasa jelas. Saat Glenn didapuk menjadi vokalis Funk Section Band, yang digawangi musisi musisi senior, seperti Iwang Nursaid, Mus Mujiono dan Yance Mulyana serta musisi musisi beken lainnya hingga menelurkan satu album dengan lagunya yang hits adalah lagu “Terpesona”. Selepas dari Funk Section, Glenn pun memilih untuk bersolo karir. Berbagai penghargaan didalam negeri maupun luar negeri diraihnya. 15 juta.jpg

“ Gue menang waktu itu dapat 15 juta dan mulai saat itu gue membiayai kehidupan gue sendiri. Kalau yang membantu gue hingga gue bisa seperti ini banyak sekali ya sehingga gue ga bisa sebutin satu persatu. Gue ingat banget dulu waktu gue rekaman pertama kali buat satu album, orang yang melihat bakat gue pertama kali adalah Pak Anto. Funk Section itu album pertama dimana itu hits pertama kali ya judul lagunya Terpesona. Sumpah gue bangga banget lagi Terpesona jadi hits. Gue melihat hasil kerja keras Funk Section itu hasilnya di tahun 1996.” terakhir.jpg