Cumicumi, #1 Video Entertainment Portal

Takut Terjadi Apa-apa, Sonny Septian Bawa Fairuz A Rafiq ke Psikolog

CUMI CELEBS
Takut Terjadi Apa-apa, Sonny Septian Bawa Fairuz A Rafiq ke Psikolog

Pasca hadiri sidang Kasus Video ikan asin, kondisi Fairuz A Rafiq menurun. Tak ingin terjadi apa-apa pada sang istri, Sonny Septian lantas membawa Fairuz konsultasi ke psikolog.

“Sudah kok, sudah daftar. Memang dia sekarang sudah lebih membaik, tapi kalau misalnya kita tinggal sebentar dia kepikiran lagi. Kemarin pas saya tinggal sebentar saja saat ke rumah sakit itu, dia kayak langsung, 'cepek aku, sudah stres, sudah ini'. Saya juga takut dia tambah drop, mudah-mudahan sih lebih baik, kalau nggak juga mungkin harus dirawat sih. Kemarin dokternya sudah nyuruh dirawat, cuma kata Sonnynya berobat jalan dulu aja,” ujar Fadia, kakak Fairuz, saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

galih-ginanjar-5.jpg

“Kan kemarin cuma via telepon saja kan, konsultasi sama psikolognya cuma katanya 'kamu harus ada di lingkungan yang aman, kalau bisa jangan buka media dulu. Itu paling penting'. Karena kan kasian juga kalau dia tiba-tiba drop lagi, dan di rumah juga kita nggak boleh salah-salah ngomong, nggak boleh salah-salah pokoknya karena takut kena psikisnya dia juga kan. Karena memang sudah kena, makanya takut dia jadi lebih drop lagi. Dan Insya Allah memang sudah dijadwalkan untuk ke psikolog,” lanjut Sonny.

BACA JUGA, Agar Kuat Hadapi Kasus Video Ikan Asin, Fairuz A Rafiq Didoakan Para Ustaz

Selain minta bantuan ke psikolog, kakak-kakaknya terus mengajak Fairuz ngobrol supaya tidak terus memikirkan kasus ikan asin. Namun jika Fairuz tengah bersedih, Ranny langsung ada di sebelahnya untuk mendengarkan keluh kesah sang adik.

fairuz-a-rafiq-1.jpg

“Dia juga suka curhat sama Ranny, karena Ranny lebih tahu banyak soal persidangan dan lain sebagainya,” papar Fadia.

“Iya karena disudutkan itu jadi ketakutannya jadi lebih gitu. Aku bilang hakim itu yang mutusin segalanya. Nggak usah kamu dengarin pengacaranya, siapa-siapa masyarakat Indonesia nanti yang akan menilai sendiri dan aku yakin kok. Ini nggak akan lepas. Karena hakimnya sendiri bilang kok. Apapun perkataan yang keluar dari pengacara atau saksi, saya yang akan lihat videonya. Boleh pengacaranya belain kayak apapun, tetap hakim yang akan memutuskan. Kalau pengacara memang tugasnya belain mau itu salah mau itu benar. Memang tugasnya mereka. Cuma yang saya permasalahkan norma kesopanannya tidak ada,” tutup Ranny. O nov