Cumicumi, #1 Video Entertainment Portal

Dengar Dakwaan JPU, Mata Galih Ginanjar Langsung Merah

CUMI CELEBS
Dengar Dakwaan JPU, Mata Galih Ginanjar Langsung Merah

Meninggalkan ruang sidang, mata Galih Ginanjar tampak merah. Ternyata ia sedih dengan isi dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) saat sidang perdana di Pengadilan Jakarta Selatan. Menurut kuasa hukum, Salahudin Pataya, Galih sedih karena tidak mengerti isi dakwaan.

galih-ginanjar-12.jpg

“Matanya merah itu karena dia bilang ke kita nggak ngerti dakwaan itu sehingga dia sedih. Kok bukan perbuatan. Makanya kami seumur-umur baru ini nggak ngerti dengan dakwaan hingga matanya merah. Jadi memang dia nggak ngerti dengan dakwaan tersebut hingga kami ingin melakukan eksepsi. Terdakwa menyerahkan kepada saya, Kang Erick, teman-teman untuk mengajukan keberatan terhadap dakwaan JPU,” kata Salahudin saat ditemui di Jakarta, Senin (9/12).

Galih terdakwa dijerat dengan pasal pelanggaran kesusilaan yakni Pasal 51 Ayat 2 Jo Pasal 36 Jo Pasal 27 Ayat 1 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2006 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Jo Pasal 55 ayat 1, subsider Pasal 45 ayat 1 Jo Pasal 27 Ayat 1 UU Nomor 19 Tahun 2016.

BACA JUGA, Kumalasari Tolak Hadir di Sidang Ikan Asin Galih Ginanjar, Takut Bertemu Fairuz?

“Kami melihat ada keraguan-keraguan Jaksa dalam membuat dakwaan. Bahwa dia menekankan ada perbuatan tentang konten keasusilaan, tiba-tiba Jaksa melapisi dengan pencemaran nama baik. Artinya ada keragu-raguan yang kami temukan dalam dakwaan tersebut,” paparnya.

galih-ginanjar-1.jpg

“Dari dakwaan itu pasal yang disangkakan dugaannya itu adalah pasal Undang-undang ITE pasal 27 ayat 1, yaitu barang siapa tanpa hak mentransmisikan, mendistribusikan, begitu pun pasal 27 ayat 3 tentang mendistribusikan atau dapat mengaksesnya suatu konten pencemaran nama baik. Dalam dakwaan itu jelas disampaikan, saya bertanya pada klien kami dong (Galih Ginanjar), apakah kamu mendistribusikan? Apakah kamu mentransmisikan? Jawabannya tidak. Dan itu diperkuat dari dakwaan tadi yang meng-upload itu siapa, pemilik vlog itu siapa. Menurut sudut pandang kami, pasal itu kurang tepat kalau disangkakan ke klien kami. Dalam hal ini, klien kami seseorang yang diwawancara. Presenter tidak mencegah itu, malah melanjutkan itu,” sambung Ery Kertanegara. O ian/nov