Cumicumi, #1 Video Entertainment Portal

Pasca Tsunami Banten Lagu Kemarin Viral, Ifan Seventeen Akui Sangat Sebal

CUMI CELEBS
Pasca Tsunami Banten Lagu Kemarin Viral, Ifan Seventeen Akui Sangat Sebal

Pasca tsunami di Banten, lagu Kemarin milik band Seventeen langsung viral. Banyak yang meng-cover lagu tersebut, tapi Ifan Seventeen justru sebal setiap mendengar lagu ciptaan Herman Seventeen itu.

ifan-seventeen-1.jpg

“Bukan seberapa magis, tapi agak sebal karena banyak orang yang kayak Uli ngomong sampai sekarang suka kedengaran dari pengamen atau masuk mana diputarin. Yang bikin sebal adalah lagu itu ngebuka kesedihan tapi orang-orang, 'eh ada Mas Ifan, putar lagu Kemarin ah', kayak pas awal-awal, sekarang sudah. Pas awal kayak ehm lo tahu nggak sih, itu tuh nyebelin gitu karena pasti akan tenggelam secara emosional pasti. Langsung. Itu yang kita rasain,” kata Ifan saat ditemui di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (29/10).

“Memang teman-teman mengaitkan dengan hal magis yang nulis kebetulan Herman. Dia bukan magis tapi hidupnya sensitif Allahualam tapi sensitif sekali. Ada hal-hal yang dialami beliau tapi kita belum rasain,” lanjutnya.

BACA JUGA, Arie Untung dan Dimas Seto Kenalkan Sosok Wanita, Ifan Seventeen Bilang Nanti Dulu

Bila Ifan sebal, istri Herman, Uli malah sedih. Pasalnya, ia jadi teringat terus dengan mendiang suaminya.

“Sebenarnya kan sudah diceritain sama Kak Ifan lagu itu tahun 2016 ya sudah lama banget tapi di bulan 11 ada acara dulu haul Gus Dur memperingati meninggalnya beliau, lagu ini diputar di rumah bulan 11 tepatnya almarhum di ruang tamu pun masih nyanyi lagu itu. Aku komplain kan di situ, kenapa sih selalu nyanyi lagu itu, dia bilang lagi latihan pengin ada acara. Cara latihan dia beda, dia latihan pakai hati, jadi aku suka ledekin, apa sih lagu hitam putih-hitam putih las nanyiin lagu itu, akhirnya pas kejadian ini di bulan 12 kayak tanda saja beberapa hari lagi ada kejadian ini, itu yang bikin sedih banget,” jelas Uli.

seventeen-1.jpg

Kesedihan Uli semakin terasa saat menyaksikan preview film Kemarin. Film tersebut menceritakan kejadian tsunami di Banten yang meregut nyawa Dylan Sahara dan personel Seventeen lainnya, termasuk Herman.

“Jangankan keseruan film, aku dikasih lihat potongannya saja nangis, karena ada beberapa jam menjelang kejadian kita lihat loh muka Almarhum masih senang, masih pegangan, ketawa, dan yang aku rasakan adalah seandainya aku ada di situ, dan mukanya putih, Almarhum putih bersih di situ,” tandasnya. O gun/nov