Cumicumi, #1 Video Entertainment Portal

Suami Sempat Menolak Berangkat Haji, Begini Ancaman Dewi Sandra

CUMI CELEBS
Suami Sempat Menolak Berangkat Haji, Begini Ancaman Dewi Sandra

Dewi Sandra dan suami, Agus Rahman sudah menjalankan ibadah haji di Tanah Suci. Sebelum berangkat Haji, ternyata Dewi sempat melemparkan ancaman pada sang suami lantaran menolak pergi haji tahun 2019.

dewi sandra 3.jpg

“Berangkat haji tuh cita-citanya sudah lama banget, mungkin 5 tahun terakhir. Terus makin dengar teman-teman yang sudah berangkat terus pulang, kepo banget pengen tahu, 'Wi, lo harus berangkat', semakin digituin kan, 'haji ada apa ya, susah ya?' 'Bukan susah, indah banget'. Sudah gitu saya mengajukan proposal ke suami, suami sudah, 'aduh nanti saja kayaknya belum'. 'Sayang, kapanlagi?' Sampai akhirnya sudah ajuin proposal berapa kali, saya cuma bilang, 'oke, kalau kita nggak berangkat haji 2019, sebelum saya umur 40, saya nggak mau ke negara manapun, kamu ajak saya liburan ke manapun saya nggak mau, saya mau haji dulu'. Dan Alhamdulillah akhirnya dia setuju, itu juga karena kita sama-sama belajar dan tahu pentingnya untuk berangkat haji bagi siapapun yang mampu, mampu itu dalam fisik dan Alhamdulillah materi juga mampu harus berangkat wajib,” ujar Dewi saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat.

BACA JUGA, Jatuh Cinta Lagi, Dewi Sandra Sampai Meneteskan Air Mata

Sepulang dari Tanah Suci, Dewi akhirnya bisa merasakan serunya perjalanan haji yang biasanya hanya didengar dari cerita teman-temannya saja. Saking menikmati perjalanan religi, aktris cantik itu mengaku sampai menangis saat tawaf.

dewi sandra 1.jpg

“Pertama kali. Harus saya katakan haji itu pengalaman terindah. Saya pernah ke beberapa negara tapi haji itu levelnya tingkat tertinggi. Saya berangkat bersama guru saya, saya dibekali dengan ilmu yang membuat saya tercengang dan membuat saya nangis ketika tawaf, sai, bisa saya menikmati yang namanya berdoa dan sujud. Kita punya kotak masing-masing di Muzdalifah disuruh istirahat, nggak boleh ibadah apapun selain istirahat. Ketika di Arafah kita hanya diminta untuk doa angkat tangan setinggi-tingginya dan minta ke Allah. Ketika sedang tawaf dan sai itu fisik banget, tapi at the same time kita juga harus konsentrasi untuk berkomunikasi dengan Rob kita, ini benar-benar miniatur kehidupan, kita benar-benar diuji dari segala macam aspek, bertemu dengan banyak orang, desak-desakan, tapi gimana kita menghormati dan merangkul satu sama lain dengan cara ego diturunkan, tawadu, kalau ada masalah kita hanya minta kepada Allah. Sudah nggak ada yang lebih baik dari berangkat haji,” tutupnya. O ian/nov