Cumicumi, #1 Video Entertainment Portal

Rekam Video Dari Balik Penjara, Galih Ginanjar Masih Ngemis Maaf Fairuz A Rafiq

CUMI CELEBS
Rekam Video Dari Balik Penjara, Galih Ginanjar Masih Ngemis Maaf Fairuz A Rafiq

Hampir sebulan mendekam di balik jeruji besi, Farhat Abbas bagikan video saat menjenguk Galih Ginanjar. Dijebloskan ke penjara karena video ‘ikan asin’, Galih Ginanjar masih ngemis permintaan maaf dari mantan istrinya, Fairuz A Rafiq.

Kenakan kaos oblong hitam, Galih ingatkan Fairuz tentang sikap baiknya di masa lalu pada almarhum A. Rafiq. Galih juga merasa masih merupakan ayah kandung dari putra Fairuz, King Faaz.

Galih-Fairuz-1.jpg

“Aku minta maaf yah, aku ga bermaksud ngomong seperti itu, kamu ingat dong! Aku juga ingat Faaz, aku juga pernah merawat papa kamu, pernah dekat sama papa kamu. Mudah-mudahan apa yang aku lakukan dulu bisa mempertimbangkan kamu maafin aku. Terima kasih yah sebelumnya,” ujar Galih Ginanjar dalam video yang diunggah Farhat Abbas di akun pribadinya.

Farhat Abbas mengaku masih menjadi pengacara Galih yang terjerat kasus video ikan asin. Berupaya meringankan hukuman Galih atau bahkan berharap bebas, Farhat masih terus mengetuk pintu maaf pada Fairuz A Rafiq.

BACA JUGA, Galih Ginanjar Minta Maaf Lewat Surat Terbuka, Begini Tanggapan Fairuz A Rafiq

“Gue lagi ketemu dengan Galih, semoga Galih bisa sampaikan maaf dan penyesalan terhadap Fairuz. Semoga bisa didengar oleh Fairuz serta dapat diampuni dan dimaafkan segala dosa dan salah mantan suaminya,” ucap Farhat Abbas ditemui di ruang besuk tahanan Polda Metro Jaya.

Farhat mengaku selalu berusaha untuk melakukan perdamaian dengan sikap positif dan jalan damai. Mengaku masih tangani kasus video ‘ikan asin’, Farhat menyebut penahanan Galih merupakan bagian dari proses hukum yang harus dihormati.

Galih Fairuz 2.jpg

Upaya-upaya yang gue lakukan selalu positif dan melalui jalan damai dan hati yang rendah, gak sombong dan gak ngejek-ngejek orang lain, sampai detik ini saya masih sebagai pengacara Ikan Asin , masalah penahanan itu adalah proses hukum, kita hormati, (Farhat Abbas “ membela yang perlu, bukan perlu membela”),” pungkas Farhat Abbas lewat akun pribadinya. O ana/berbagai sumber