Cumicumi, #1 Video Entertainment Portal

Dituntut JPU 4 Tahun Penjara, Kriss Hatta: Wow, Luar Biasa

CUMI CELEBS
Dituntut JPU 4 Tahun Penjara, Kriss Hatta: Wow, Luar Biasa

Kriss Hatta dituntut empat (4) tahun penjara atas kasus pemalsuan dokumen pernikahan. Mendapat tuntutan cukup tinggi dari JPU, Kriss lemparkan senyum penuh arti dan menyebut aksi JPU luar biasa.

Pasalnya, keterangan saksi yang dihadirkan tak memberatkan, namun tuntutan yang diberikan justru cukup berat.

Kriss-1.jpg

“Tuntutan 4 tahun penjara, wow, luar biasa sekali. Semua saksi yang dihadirkan JPU tidak ada yang memberatkan. Bahkan saksi pelapor (Hilda), orang tua pelapor dan sahabat pelapor beri keterangan palsu dan berbeda dari BAP. Penuntutan ini sifatnya prematur, di sidang perdata saya menang, tidak ditemukan kepalsuan. Untuk menuding dokumen ini palsu harus dilakukan uji lab, sedangkan di BAP polisi nggak ada keterangan uji lab,” ujar Kriss Hatta ditemui di Pengadilan Negeri Bekasi, Jawa Barat, Senin (17/6).

Kriss menilai terjadi cacat hukum, maka dirinya akan berjuang menuntut keadilan di nota pembelaan. Kriss dituntut empat tahun penjara, Hilda tertawa bahagia.

BACA JUGA, Lebaran di Penjara, Kriss Hatta Sebut Momen Paling Berkesan Dalam Hidup

“Hilda tentu senang karena JPU menuntut sesuai dengan fakta-fakta di persidangan, dari ancaman maksimalnya 7 tahun. Dari fakta-fakta yang disampaikan terbukti perbuatan tersebut. Kriss hancurkan nama baik Hilda Vitria,” jelas pengacara Hilda Vitria, Fachmi Bachmid ditemui di tempat yang sama.

Kriss-2.jpg

Tak terima dituduh palsukan dokumen nikah, Kriss sebut bahwa dirinya tak pesan buku nikah di pasar, melainkan dikeluarkan resmi oleh lembaga negara.

“Saya menangkan peradilan perdata di PN Bekasi, pernikahan itu memang ada. Kecuali pernikahan nggak ada, saya ciptakan buku nikah. Di buku nikah tahun 2005 itu ada kode koorporasi yang terdaftar di Kementrian Agama. Ini buku nikah bukan beli di Pasar Senen atau cetak di mana lalu saya tempelkan foto berdua dan tunjukkan ke teman-teman. Dua buku nikah (asli dan duplikat) itu diterbitkan KUA Jati Asih, itu sah secara hukum, palsunya di mana? Itu lembaga negara yang menerbitkan,” tutup Kriss Hatta. O ana