Cumicumi, #1 Video Entertainment Portal

Waktu Bebas Belum Jelas, Nasib Saipul Jamil Ditentukan Minggu Depan

CUMI CELEBS
Waktu Bebas Belum Jelas, Nasib Saipul Jamil Ditentukan Minggu Depan

Mahkamah Agung (MA) menolak putusan Peninjauan Kembali (PK) Pengadilan Tinggi DKI Jakarta atas kasus asusila yang menjerat Saipul Jamil. Meski sudah diputuskan namun salinan belum turun, pengacara dibuat bingung dengan nasib sang pedangdut.

Saipul-Jamil-2.jpg

Sudah minta penjelasan pada pihak terkait namun belum mendapat jawaban, keluarga dan kuasa hukum Ipul hanya bisa menunggu. Mungkin nasib sang pedangdut akan ditentukan minggu depan.

“Iya itu kenapa lawyer ambil sikap. Kan beredar berita ditolak, tapi kembali ke pasal 292. Kan artinya putus di PN itu. Putusan itu juga turunnya lama banget. Makanya diambil sikap. Ditolak tapi tercantum pasal 292 itu. Pasal 292 itu putusan di PN dan hukumannya 3 tahun sementara tolak. Makanya bingung kan. Salinannya juga belum turun pas ke Mahkamah Agung,” jelas pengacara Saipul, Dedi Junaedi saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Rabu (23/1).

Ipul seharusnya divonis hukuman 5 tahun penjara. Tetapi pihak kuasa hukum melakukan upaya dengan melakukan Peninjauan Kembali (PK), namun ditolak Mahkamah Agung hingga kembali ke pasal 292.

BACA JUGA, Dua Tahun di Penjara, Saipul Jamil Jadi Guru Tari

“Keluarga kan ketika divonis di Pengadilan Tingkat pertama 3 tahun dan jaksa keberatan sehingga banding dan divonis akhirnya oleh hakim tinggi 5 tahun. Kami mengambil upaya hukum dengan PK. Dalam PK kami mendalilkan SJ tidak bersalah dan minta bebas. Tapi dari info di web MA, PK kita ditolak. Tapi info di media PK kita ditolak Tapi kembali ke pasal 292. Maka kami ambil sikap, kalau kembali ke pasal 292, SJ harusnya tiga bulan lagi keluar. Di awal bulan April akan kita keluarkan,” terangnya.

saipul-jamil-4.jpg

“Namun, kemarin faktanya hari Senin kita mendatangi PN, PN pun belum dapat putusan PK seperti apa. Ya kan. Maka mereka merekomendasikan, karena kita komplain berat. Komplain habis-habisan di PN. Pengadilan kan harus memberikan yang terbaik, keadilan kepada kami khususnya kepada Bang Ipul. Karena Bang Ipul kan warga negara yang baik. Kalau nggak baik, dia kabur kemarin dengan dugaan tindak asusila dan gratifikasi, kan nggak, koorperatif menjalankan. Sudah 3 tahun beliau jalankan. Kami meminta kepada hakim, hakim Mahkamah Agung, berikan kepastian kepada kami kalau memang ditolak. Ditolak seperti apa, berikan kepada kami jangan hanya ditarih di web, tapi dia tidak bisa membuktikan, dia mendalilkan ditolak, tapi mana buktinya. Kan kita tanya, karena ini negara hukum, harus jelas, akhirnya kemarin dari kepaniteraan Mahkamah Agung meminta maaf kepada kami karena putusan katanya 12 Desember 2017, tapi sudah 2019 kenapa belum ada. Saya tanyakan kepada humasnya belum ditandatangani 3 hakim Majelis Agung. Why? Whats wrong? Sudah di-upload di website secara publik, sudah diketahui manusia dari Sabang sampai Marauke. Tapi dokumentasi hard copy putusannya tidak ada. Itu yang membuat kami kecewa, kami sudah surati Mahkamah Agung, kami sudah meminta Mahkamah Agung untuk menjalankan asas umum,” tandas Dedi. O gun/nov