Cumicumi, #1 Video Entertainment Portal

Sakit Tumor Otak, Anak Marcella Zalianty Tahan Banting

CUMI CELEBS
Sakit Tumor Otak, Anak Marcella Zalianty Tahan Banting

Putra bungsu Marcella Zalianty, Magali, akhirnya melewati masa kritis setelah menjalani operasi tumor otak di sebuah rumah sakit. Menurut Marcella, Magali termasuk anak yang tahan banting karena jarang mengeluh sakit.

Marcella-Zalianty-2.jpg

Alhamdulillah Magali membaik, kondisinya cukup signifikan kemajuannya, dia sudah aktif lagi, sudah bisa lari-lari di taman. Kemarin baru beli sepeda, jadi dia lagi senang naik sepeda. Terus dia juga lagi semangat untuk les di rumah, belajar baca, tulis, terus ada guru favoritnya dia di sekolah, aku minta untuk ngajar di rumah juga. Dia jadi happy banget. Alhamdulillah semuanya berjalan di luar prediksi gitu. Dalam arti, kemajuannya itu lebih pesat dan lebih baik dari yang diperkirakan. Itu semua berkat, sudah (campur tangan) Tuhan,” cerita Marcella saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Selasa (14/8).

BACA JUGA, 20 Hari Pasca Operasi Tumor, Anak Marcella Zalianty Liburan

Dalam kesempatan itu, istri Ananda Mikola ini juga menceritakan awal mulanya Magali harus masuk rumah sakit lagi dan menjalani operasi. Momen itu terjadi saat mereka tengah menikmati liburan di Bali, beberapa waktu lalu.

Marcella-Zalianty-7.jpg

“Kemarin itu sebetulnya lagi di Bali kan terjadi hal yang di luar perkiraan kita, karena Magali itu selama 3 tahun kondisinya baik sekali, Alhamdulillah, dan dia kita istilahkan Magali itu superbaby, karena dia itu tahan sekali dengan rasa sakit. Jadi dia itu kuat sekali. Jadi kerasa sakit kalau anak lain sudah nangis-nangis, dia cuma aduh sakit pusing. Jadi kita perlu waktu atau proses untuk memahami ini bahwa dia sudah ngomong pusing berarti artinya sudah pusing banget. Padahal kalau ayahnya mengira itu masuk angin saja, pasti itu karena berenang terus setiap hari, pasti kita ngiranya itu pusing. Padahal sebenarnya itu gejala dan tanda bahwa mungkin Magali ini kan yang membuat kondisinya tidak baik itu adalah apa yang dimilikanya itu memproduksi cairan yang berlebihan di kepalanya. Jadi saat cairannya ini ketika terproduksi, itu menekan seluruh saraf yang ada di kepalanya, dan itu mengakibatkan kejang, dan kejang itu ujungnya bisa koma, itu yang bisa membahayakan buat dia. Jadi intinya sampai sekarang kita masih berjuang, mencari alternatif yang non-invasif yang lebih nggak ada side effects, segala cara, segala ikhtiar kita lakukan sekarang. Dan yang paling penting, nomor satu, saya selalu minta kepada Allah, saya selalu berprasangka baik kepada Allah, karena satu-satunya yang paling mempan, paling ampuh adalah meminta pertolongan kepada Allah, karena manusia dan dokter ini adalah perantara, dan kita minta juga ini dalam rangka istikharah minta dipilihkan yang terbaik, di mana dan dokternya siapa,” tandasnya. O ian/nov