Cumicumi, #1 Video Entertainment Portal

Pertama Kali Masuk Ruang Sidang, Begini Perasaan Dea Annisa

CUMI CELEBS
Pertama Kali Masuk Ruang Sidang, Begini Perasaan Dea Annisa

Pengalaman pertama injakkan kaki di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Dea Annisa mengaku bingung. Apalagi saat masuk ruang sidang, Dea tak tahu harus berbuat apa, selain ikuti arahan sang kuasa hukum, Henry Indraguna.

dea-annisa2.jpg

“Iya baru pertama kali ya, nggak tahu, bingung karena memang pengen sih tadinya nggak usah sampai segininya. Tapi karena nggak ada solusi mau nggak mau Om Henry melakukan upaya hukum,” terang Dea, Kamis (9/11).

Kedatangan mereka dalam rangka sidang perdana gugatan perdata Dea Annisa dan keluarga terhadap perusahaan pengiriman barang.

“Hari ini sidang pertama gugatan Dea dan keluarga kepada DHL, agendanya pemeriksaan berkas. Setelah itu lanjut sidang kedua pembacaan gugatan dan langsung mediasi. Kami berharap agenda mediasi ada satu solusi yang baik untuk kedua belah pihak, terutama untuk Dea,” jelas Henry, Kamis.

BACA JUGA, mera Rp 250 Juta Belum Balik, Dea Annisa Stres Hingga Sakit

Mengalami kerugian ratusan juta karena kamera yang dikirim hilang, hingga detik ini Dea belum mendapat penjelasan dari perusahaan pengiriman barang. Jangankan solusi, untuk komunikasi saja tidak ada.

“Kalau dari terakhir mediasi sampai hari ini tidak ada komunikasi atau solusi atau pembicaraan, jadi pasif sekali atau dingin menanggapi masalah kita. Dianggapnya masalah kecil, tidak ada artinya,” ucap Henry.

“Pada saat mediasi hanya memberitahu, pertama sudah diajukan asuransi dan ditolak. Ya wajar ditolak, karena hilangnya karena perbuatan pidana, nggak mungkin diganti asuransi. Selanjutnya giman solusinya, akan diajukan ke asuransi lagi, itu saja. Kalau asuransi tidak diganti, bagaimana jawabannya, nggak ada,” lanjut Henry.

dea-annisa1.jpg

Karena tak ada jawaban pasti, terpaksa langkah hukum diambil. Sambil menunggu proses hukum berjalan, ke depannya Dea lebih berhati-hati mengirim barang berharga, bahkan tak mau lagi menunggunakan jasa yang sama.

“Iya, ada kecewa dan kapok. Paling nggak mau lagi ya (kirim) untuk barang-barang mahal, untuk barang murah juga, entar nggak sampai lagi. Kayaknya nggak bakal ngelakuin lagi deh. Sebenarnya maunya kameraku balik, sekarang maunya ada solusi terbaik saja dari DHL,” tandas Dea. O gde/vin