Cumicumi, #1 Video Entertainment Portal

September Cerai, eh... Ceria!

CUIITAN KANG MAMAN
September Cerai, eh... Ceria!

Penikmat infotainment tentu merasakan, tayangan di Bulan September ini lumayan diwarnai oleh cerita "luka" rumah tangga. Retaknya hubungan Lembu Wiworo Jati - Masayu Anastasia dan Risty Tagor - Stuart Collin, seakan menyusul dan "melengkapi" kabar retaknya Nassar -Musdalifah, meramaikan jagad pergosipan.

Apa boleh buat, urusan ranah privat selebriti telah meleleh, menerobos ke dalam pori-pori ranah publik. Ada yang menyesalinya, ada yang "menikmatinya" sebagai modal bahan pembicaraan saat ngopi-ngopi dan kehabisan bahan omongan.

Seorang teman masih saja mengutip "candaan kuno" tentang hukum 3 langkah cincin kehidupan. Dari enggagement RING (cincin pertunanganan) yang kemudian berpindah bahagia menjadi wedding RING alias cincin pernikahan. Disematkan penuh bahagia di jari manis. Namun, jika gagal "menjaganya" cincin itu bisa berpindah ke leher, mencekik melukai menjadi "suffeRING" yang tak menutup kemungkinan menjadi conjuRING. Serem, amat ya....

Tapi saya tetap optimis, tidak semuanya ber-evolusi seperti itu. Buktinya, tidak sedikit pasangan yang bisa merayakan pernikahan perak, bahkan pernikahan emasnya, 25 tahun dan 50 tahun bertahan bersama-sama. Mereka percaya, pasangannya bukanlah makhluk sempurna sebagaimana dirinya. Tapi, pernikahan adalah ikatan suci dua makhluk yang tidak sempurna, yang bertekad untuk saling menyempurnakan. Seiring dan sejalan. Saling memahami dan memaafkan.

Menemui gelap dalam perjalanan adalah sebuah keniscayaan. Bagi orang yang optimis, mereka sangat percaya, justru di gelap malam itulah kita bisa melihat dan menikmati cahaya gemintang. Dan di pekat itu, kita masih bisa menemukan seberkas sinar di ujung terowongan. Jika, kita mau!

Menghadapi semuanya, tak pada tempatnya untuk saling menghakimi. Berempati dan bersimpati, tentu jauh kebih baik. Bukankah ujian adalah caraNya untuk menguji sebelum kita naik kelas? Jadi, mari saling mendoakan agar semuanya lulus menghadapi ujian ini. Bukankah setelah kemarau akan datang musim penghujan? Akan datang kesejukan.

Dan berharap September kembali ceria, seperti lirik lagu yang disenandungkan Vina Panduwinata... di pucuk kemarau panjang yang bersinar menyakitkan kau datang menghantar berjuta kesejukan

kasih .. kau beri udara untuk nafasku kau beri warna bagi kelabu jiwaku

tatkala butiran hujan mengusik impian semu kau hadir di sini di batas kerinduanku

kasih .. kau singkap tirai kabut di hatiku kau isi harapan baru untuk menyongsong harapan bersama

september ceria .. september ceria .. september ceria .. september ceria .. milik kita bersama