|
Pasha dan band Ungu, ibarat dua sisi mata uang yang saling terkait tak terpisahkan. Dan, paling penting, simbiosis ini punya kesaktian dalam menetaskan tembang cinta. Belasan tahun bermusik dan terus-terusan mengumandangkan lagu cinta, tentu bukan hal mudah. Memang, Ungu pernah menyanyikan lagu religi, tapi bukan berarti meminggirkan kesaktian mereka dalam urusan ‘Love Song’. Di tahun ini, Ungu kembali mengumbar ‘kesaktiannya’ itu, lewat album Timeless. Sebenarnya, album ini lebih tepat disebut mini album. Meski ada 14 lagu tersaji, namun hanya empat lagu saja yang baru, selebihnya stok lama yang (lagi-lagi) menyuarakan cinta. Kalau saja bukan Ungu yang menetaskan album ini, maka tak ada greget terasa. Pertama, Ungu menabrak kemauan pasar, yang saat ini, dikepung lagu-lagu ‘kemayu’ ala boyband juga girlband. Dan, kedua, Ungu berani meramu musik yang terdengar lawas, namun nikmat di telinga. Lawas di sini, terlihat dari racikan alur musik di lagu ‘Sayang’. Di mana, muncul ruang mengisi gitar berlama-lama, dengan cara menyanyi sendu di awal lagu. Untung ada Pasha. Apa yang tertulis barusan, bukan mengada-ada. Pasha yang bernama asli Sigit Purnomo, menulis lagu berjudul ‘Sayang’. Lagu ini, sekaligus dijadikan lagu andalan di album terbaru Ungu. Pasha, meski tak lagi berusia muda, namun percaya diri untuk tampil muda. Termasuk berdandan ala anak band belasan tahun, berjaket dan berkaos santai, ala mendiang aktor James Dean. >>> |
Dandanan Pasha ini, bisa dilihat dalam video klip ‘Sayang’. Sebuah pematutan diri yang klasikal, namun tak kehilangan enerji. Begitu pula dengan gaya tampilan rekan-rekan Ungu lainnya, serba santai. Di klip itu, ada Makki (bas), Rowman (drum), Enda (gitar), dan Oncy (gitar), yang juga tampil sama santainya dengan Pasha. Dengan segala suasana santai tadi, maka tembang ‘Sayang’ pun, ikut mencair, luruh bersama kekuatan cinta ala Ungu. Karya cipta Pasha kali ini, masih biasa-biasa saja. Jagoan tembang cinta itu, masih bicara soal putus cinta, yang membuat kaum Hawa bakal ngos-ngosan jika mendengarnya. Ini bukan persoalan warna musik, atau kemerduan vokal. Juga bukan karena birama lirik lagu, tetapi ini persoalan Pasha. Ya, Pasha mengambil tema agak menyimpang, yakni ingin putus asmara. Ia berputar-putar dulu di intro lagu, dan kemudian menyatakan ingin putus dari kekasih. Tekanan ingin putus ini, di tempatkan di bagian refrain lagu. Tentu, bicara cinta tanpa tekanan, akan membuat pendengar bosan. Maka dari itu, Pasha menciptakan sinkop pada bridge lagu ini. Di situlah, Ungu bersama Pasha meramu taji mereka dalam urusan lagu cinta. Boleh dibilang, Pasha menyelamatkan Ungu, dengan segala daya yang ia punya. Segala daya itu, adalah wajah tampannya, keunikan vokalnya ( menyanyi agak mengeram), juga dandanannya yang santai. Gaya seperti ini, akan membuat banyak wanita meluangkan tatapan dan nalar mereka, untuk mencerna sajian Pasha. |

Dunia Nyata
Dunia nyata , beda dengan dunia klip. Jika di dunia nyata, Pasha adalah pria beranak empat, dan pernah dua kali menikah, maka di dunia klip, Pasha menjelma sebagai lajang. Wajah kekanak-kanakannya, menolong Pasha dan Ungu untuk berkiprah di jalur lagu cinta. Kalau bukan Pasha yang menyanyi, bisa jadi malah bikin ‘pahit mata’ dan ‘buta telinga’.
Ungu memang bukan Pasha semata, Ungu adalah milik semua personelnya. Tapi tak bisa dinafikan, jika Pasha adalah kosmetik di grup musik ini. Di dunia nyata, Pasha bukan personel lawas band Ungu. Dia masuk belakangan, setelah di tahun 1997, M. Nur Rohman (Rowman) bergabung sebagai dramer.
Masuknya Rowman, dalam kapasitas memback-up dramer lawas Ungu, Pasha Van Der Krabb, yang menghilang dan bikin bingung semua anggotanya. Karena itulah, Rowman juga tak lama di band ini, ia keluar, dan masuk lagi. Dalam jeda ini, hadir nama Icad, sebagai dramer.
Tahun 1999, Sigit Purnomo Syamsudin Said , masuk menggantikan Michael, sebagai vokalis. Pria asal Makassar itu, diberi nama Pasha oleh gitaris pertama Ungu, Franky Hediakso (Ekky). Di dunia nyata, nama ini milik dramer awal Ungu, Pasha Akbar Firmansyah (Pasha Van Derr Krab).
Kalau akhirnya, nama Sigit menghilang, maka itulah penyebabnya. Tapi Pasha, memilih berada pada realita, ia tetap Sigit di dunia nyata. Karena itulah, lagu ‘Sayang’ yang ia ciptakan diberi titel pengarang : Sigit Purnomo bukan Pasha.
Pasukan Ungu di dunia nyata, adalah pasukan yang tercerai-berai. Sampai akhirnya, masuk Enda yang pernah menjadi kru di band ini. Dan, di tahun 2001 silam, datanglah Oncy sebagai gitaris. Dengan formasi inilah, maka Ungu sukses di dunia nyata, juga sukses di dunia entertainment yang serba absurd itu.

Taktik Cantik
|
Di zaman ini, memiliki satu album dengan full lagu baru, sangat langka adanya. Semua, banyak faktor penyebabnya, salah satunya karena taktik bisnis. Rasanya muskil, jika Ungu tak punya lagu baru sebanyak satu album. Mereka bukan anak kemarin sore, yang tergagap untuk bikin karya baru. Tapi ini dunia bisnis, maka lebih baik melepas lagu dengan cara mencicil. Sebab itulah, hanya ada empat lagu baru, dari 14 lagu dalam album ke-12 Ungu. Selain lagu ‘Sayang’, ada tiga lagu anyar lainnya, yaitu 'Apa Sih Maumu', 'Kau Anggap Apa', serta 'Puing Kenangan'. Sementara lagu lama mereka yang dinyanyikan kembali, di antaranya: Demi Waktu, Kekasih Gelapku, Berikan Aku Cinta dan Percaya Padaku. >>> |
Lantaran taktik cantik pula, maka dijagokanlah lagu ‘Sayang’. Pesona Pasha sebagai penyanyi, sekaligus pencipta lagu, dikedepankan secara tegas. Ini bisa dilihat (lagi-lagi) dalam klip lagu ini. Adegan Pasha bersama seorang wanita, mendominasi klip ini. Sementara rekan-rekan yang lain, dibiarkan ‘terbang-terbang’ sesuai tema klip. Jangan kaget, jika melihat Pasha dan rekan-rekannya, bisa mengawang di udara seperti Gatotkaca. Sekali lagi, ini adalah taktik. Yakni taktik visual, yang bukan adegan baru, tapi lumayan menghibur. Dan, aroma taktik juga tergambar dari penempatan lagu ‘Sayang’ sebagai andalan di album ini. Lagu yang disebut tadi, merupakan karya Pasha. Dan, dia sukses bersuara layaknya jawara cinta atawa playboy. |
Seperti tertuang dalam liriknya:
Berat rasanya, berat rasanya untuk…
Ungkapkan kata meski melawan hati…
Sayang maafkan aku ingin putus…
Sayang maafkan kita harus putus…
Kalau kamu tak menyukai realita dan butuh fantasi cinta, maka tuntaskan dengan tembang baru milik Ungu ini. Dan, rasakan, Anda serasa sang jawara cinta. (cumicumi@Kunto)
Fitri Carlina Ngaku Penasaran Sex Toys Penyanyi dangdut Fitri Carlina mengaku penasaran dengan mainan seks. Alhasil saat jalan-jalan di Singapura, Fitri sempat menoleh ke toko yang menjual sex toys.
Tom Cruise Ajak David Beckham Main Film Laga Tom Cruise siap membantu David Beckham jadi aktor film aksi atau laga. Pasalnya, Beckham kini sudah pensiun dari sepak bola dan sempat bercita-cita jadi aktor…
Syahrini tampil tak biasa. Ia memakai gaun yang terbuat dari aluminium foil. Untuk membuat gaun itu, Syahrini menggandeng perancang busana…
- Twitter
- Facebook
Follow @CumiTweet