Nicky Astria : Kejutan ‘Teteh Ona’

Music Rabu, 23/5/2012 15:03

Rating : ***

 

Masa keemasan, kata orang bijak, hanya datang sekali dalam hidup manusia. Lantas, masih bisakah ‘emas’ itu berkilau di kesempatan kedua?  Nicky Astria, adalah pengecualian buat kata-kata si orang bijak tadi.  Karena ia mampu membuktikan dirinya tetaplah emas di fase kedua. Bukti tadi, tergambar lewat  tembang anyarnya, Carry On (CO). Kembalinya Nicky, bukan sekadar comeback belaka. Bukan pula sebatas nostalgia sukses di masa lalu, lebih dari itu, Nicky datang membawa kejutan.

Apa kejutan dari Nicky? Salah satunya jelas masalah vokal, yang ternyata tetap ( dan makin) prima. Jika mendengarkan CO, sulit membayangkan, Nicky masih bisa bernyanyi semerdu itu. Jangkauan range vokalnya pun, tetap tinggi. Padahal, ia vakum rekaman tujuh tahun. Dan, selama itu pula, Si Teteh absen menyanyi di panggung.  Boleh dikata, mendengar lagu CO,  kita seperti mendengar vokal penyanyi yang  produktif membuat album rekaman.

Padahal lagu yang diciptakan Youngky Soewarno ini, bukan lagu mudah. Karena, musisi senior tersebut, menyelipkan sinkop dan bridge lagu, dengan bentang suara yang tinggi dan lebar. Tak salah kiranya, jika Bung Youngky kembali menyerahkan lagunya pada Nicky. Apalagi  Youngky adalah sosok historis buat Nicky. Karena hampir sebagian besar lagu yang dinyanyikan Nicky, merupakan karyanya. 


 

Cerita  Ona 

Kembalinya Nicky ke dunia rekaman, menawarkan cerita menarik. Sebuah cerita sederhana, kala bertemu rekan lama, yang membalik ingatan pada nama kecilnya, Ona.

Nama asli Nicky adalah Nastiti Karya Dewi, tapi keluarganya lebih senang memanggilnya Ona ( Orang Cina).  Karena semasa kecil,  matanya  sipit seperti peranakan Tionghoa.

Ketika menjejak dunia artis, nama Nicky Astria digelontorkan sebagai modal popularitas.  Ini nama yang disengaja, dan diamininya.

Lantas, tenggelamkah panggilan si Ona? Tidak juga, karena di kalangan terdekatnya, Ona tetap didengungkan. Dengan ditambahi embel-embel Sunda sedikit, menjadi Teteh Ona, sesuai darah Priangan yang mengalir di tubuhnya.

Di usia 44 tahun, masih ada yang mau mengajak rekaman,  apakah ini ‘mukjizat’?

Sampai akhirnya, di tahun 2011 lalu, ia bertemu dengan sahabat lama, sekaligus mantan manajernya, Rieta Amelia. Sang rekan, yang juga memanggil Ona kepada Nicky, mengajaknya rekaman. 

Tantangan mantan vokalis Drakhma ini, disanggupi Nicky. Jadilah, Rieta sebagai produser eksekutifnya. Semula, Nicky ingin membuat single  untuk RBT (ringback tone). Ia mengusulkan mendaur ulang lagu  ‘Bias Sinar’ .

Namun ‘kiamat’  yang dialami bisnis RBT, membuat Nicky dan Rieta urung melanjutkan rencana tersebut. Hingga akhirnya, proyek single terkatung-katung. Di saat itulah, mereka bertemu  Hadi Soenyoto, pemilik HP Records,  yang juga pernah merekam album Nicky Negeri Khayalan (HP Records, 1995), dengan hits ‘Mengapa’. >>>

Dari obrolan intensif,  Hadi dan Rieta sepakat bersatu menggarap album mini yang disebut sebagai  kebangkitan Nicky Astria.

Di usia 44 tahun, masih ada yang mau mengajak rekaman,  apakah ini ‘mukjizat’? Tidak juga, lebih tepat ini disebut buah manis dari perilakunya. Karena, sepanjang karir menyanyinya, Nicky dikenal santun dan tak neko-neko.

Hingga membuat produser rekaman kawakan, Hadi Soenyoto, berkenan menggandengnya lagi. “Sebagai penyanyi dengan nama besar, Nicky tidak banyak menuntut dan enak diajak kerja sama,”  aku Hadi. Itulah yang dimaknai sebagai buah manis tadi.

Di langkah awal, Nicky ingin merekam lagu lawasnya, semisal i‘Bebaskan’, ‘Kau’ dan ‘Mengapa’. Tentu dengan racikan musik dan aransemen baru.

 Penggarapan dua judul terakhir tadi,  diserahkan kepada Ian Antono yang juga pernah menggarap versi pertama.  Di tengah jalan, Youngky datang  memperdengarkan materi baru, Carry On . Juga dua lagu miliknya yang lain, ikut masuk di album terbaru Nicky  yakni All Right  dan I Love You Babe.

Total, ada 15 lagu di album yang diberi judul I Love Babe ini. Termasuk beberapa lagu lawas yang diaransir ulang, seperti : Uang, Misteri Cinta dan Samar Bayangan.

Nicky juga terbilang detail dalam menggarap musiknya. Karena itu, ia meminta bantuan gitaris Ian Antono juga Eet Syahrani.

Bersama rekan-rekan lamanya itulah, si Ona mengeksplore suaranya. Dan, tentu selama di studio,  panggilan itu kerap mengumandang.  Tak ada sekat, tak ada kecanggungan, penuh keriangan hati. Seperti keriangan hati Ona kecil, kala  bermain lompat tali bersama teman sebaya.     


 

Ragam Tafsir

Banyak tafsir untuk mendefinisikan arti kembalinya Nicky ke dunia rekaman.  Ada yang beranggapan, Nicky tengah berupaya merebut kursi lady rocker-nya. Juga ada selintas kata, bahwa Nicky membunuh rindu menyanyi. Untuk tafsir menggapai kursi ladyrocker, rasanya tak mungkin.  Karena sampai kapanpun, Nicky tetaplah Rocker. Ia tak butuh mahkota, juga tak butuh kursi, dan rasanya, tak ada yang berani merebut tahta ini.

Bahkan Tantri, vokalis band Kotak, yang disebut-sebut pengganti Nicky, justru terkagum-kagum pada sang idola. Ia tak punya keinginan  untuk melakukan ‘kudeta’ itu. Bahkan Tantri diajak Nicky duet bersama, di acara TV Bukan Empat Mata, beberapa waktu lalu. Saat itulah, Tantri memuji Si Teteh, sebagai senior yang membanggakan hati. Mungkin tafsir kedua, lebih mengena, meski tidak sepenuhnya benar. Nicky menyanyi bukan semata-mata membunuh kerinduan di dunia tarik suara. Karena ia memaknai comebacknya  dengan balutan sikap sosial.


 

Begini bunyi redaksionalnya itu: Nicky, mendermakan hasil penjualan lagu CO untuk kegiatan sosial. Hebat bukan? Tapi sekali lagi, jangan salah tafsir dengan sikapnya ini. Pasalnya, Nicky bukan tengah banjir uang, ia juga bukan milyarder. Tapi sikap Nicky tadi  patut diapresiasi.  Karena ia berkarya, sekaligus beramal.  Seperti dalam lirik lagu CO,  Nicky menyuarakan gempita untuk kemanusiaan, yakni kemauan untuk bangkit dan berbagi dengan sesama. 

 

Dengan cinta di hatimu

Hangatkan jiwa dan terang hidupmu

Mengapa kau takut dan sembunyi

Kini saatnya tunjukkanlah dirimu

 

Carry on, carry on, buka mata hatimu

Jangan kau padamkan harapan dan cintamu

Carry on, carry on, waktu terus berlalu

Berani melangkah ikuti nuranimu, carry on…

 

 

 


 

Nicky juga bukan penyanyi, yang terpesona oleh masa lalu.  Kalau saja mau, ia bisa mengumandangkan kembali lagu ‘Jarum Neraka’ yang menjadi hit lampaunya. Sambil berharap, publik akan kembali merapat dalam barisannya. Namun Nicky memilih beda. Ia justru muncul dengan karya anyar ,yang berarti menguji ulang fanatisme fans sekaligus mencuri pendengar baru.

Berhasilkah Nicky?  Rasanya itu bukan soal buatnya. Karena dia, ‘emas sejati’ yang terus berkilau dan menyimpan kejutan di fase kedua. Seperti kejutan Ona kecil bermain lompat tali, rileks,  namun sanggup meloncat tinggi.  (cumicumi@Kunto)

 

blog comments powered by Disqus

Local Buzz

Worldwire

Photos

Rabu, 19/6/2013 11:30

Julia Perez akhirnya bertemu kekasihnya Gaston Castano. Mereka berpelukan dan melepas rindu karena tiga bulan tak bisa bersama. Tapi pertemuan…

 
 
more
Review cumicumi.com on alexa.com