Menyebut Jennifer Lopez ( J-Lo), maka ingatan ‘standar’ langsung mengarah ke titik seksi, cantik dan bla blab la. Hanya itukah, cakram kata yang tepat untuk melukiskan J-Lo? Mungkin bisa ditambahkan, J-Lo juga sensi dan memiliki napsu balas dendam.
Namun patut dicatat, J-Lo mampu membuat sensivitas dan napsu balas denamnya, menjadi sebuah karya yang ‘menggigit’. Single Dance Again, adalah karya J-Lo yang dibuat dalam masa penuh tekanan. Sebuah masa di mana ia dihantam prahara rumah tangga.
Perceraiannya dengan Mark Anthony, memang menyakitkan, tapi J-Lo tak mau mati angin karenanya. Selama berbulan-bulan, di pertengahan tahun lalu, ia berkutat di studio rekaman. J-Lo ingin bernyanyi, tapi masih bingung mencari racikan lagu yang pas. J-Lo ingin muncul tanpa embel-embel dirinya berduka, atau kecewa atas kegagalan pernikahannya.

|
Dalam masa-masa sulit itu, ia memilih Pitbull, rapper berkepala plontos ini, diajaknya berkolaborasi. Dan, lahirlah Dance Again, yang diluncurkan April lalu. Pilihan pada Pitbull, menjadi cerita menarik. J-Lo seperti tak bosan untuk bekerja sama dengan sang rapper, setelah sebelumnya menggarap Fresh Out the Oven (2009) dan On The Floor (2011). Harus dipahami, jika J-Lo kembali bersama Pitbull, salah satu faktornya karena ia mau berkarya aman. Pitbull bukan sekadar rekan duet, melainkan senyawa yang juga meredam sakit hati J-Lo pada dunia nyata. Tampil bersama Pitbull, J-Lo seperti menemukan keriangan. Ia tak pernah bersedih-sedih, dan hasilnya, karyanya diterima masyarakat. Pengulangan Dance Again, mengingatkan publik pada hits J-Lo, On The Floor. Meski tak sama persis, namun tema lagu dan racikan musiknya, masih idem ditto dengan karya lawasnya tersebut. J-Lo seperti napak tilas, dan tengah melakukan pengulangan jejak. Hal ini terdengar dari beat –beat ritmis yang sedikit rapat. Juga pada pilihannya mengadopsi elektro pop dan house music plus aroma latin, makin membawa J-Lo pada ‘taste’ lamanya. |
Seperti biasa, J-Lo memilih ‘hook’ dengan menggunakan lirik yang mudah diingat dan dicerna. Ia pun ( entah kenapa), masih bertumpu pada ciri khasnya bernyanyi perlahan dan kemudian bersemangat. Sebuah ciri, yang kembali hadir di bagian chorus lagu Dance Again. Namun patut diapresiasi, bagaimana J-Lo berusaha konsisten dengan elemen dansa. Boleh dikata, lagu ini, tak cukup untuk dinyanyikan saja, tapi harus dilakukan sambil bergoyang dansa. Kentalnya ‘Dance Anthem’ bisa dimaklumi. Apalagi para dedengkot musik goyang ikut membidani lagu ini, seperti halnya Enrique Iglesias beserta AJ Junior. Juga The Chef, sebagai salah satu dari barisan penulis lagu, yang membuat Dance Again makin mendidih. Sensual & Jurus Dagang Tak bisa dipungkiri, single ini mengusung keseksian. Baik keseksian si penyanyi, juga keseksian lagu. Dimulai dari cover single hingga materi video klip, semua keseksian itu terpampang nyata. Keberanian J-Lo berpose di samping pria berdada telanjang, sudah nyata jadi jawabannya. Bagaimana dengan liriknya? J-Lo malah makin menantang, dan membuat lawan jenisnya terkesima. |
Baby your fire is lighting me up…
The way that you move boy is reason enough…
That I love to make love to you baby…

|
Dari deretan singkat lirik lagu tadi, makin menggambarkan bagaimana J-Lo ingin berseksi-seksi ria. Tawaran menggoda yang dilantukan dengan vokal gempal ini, ibarat panggilan yang membuat mata, telinga dan jantung ikut berdebar tak karuan. Itu baru soal lirik. Di video klipnya, malah lebih menantang lagi. Tapi J-Lo cukup cerdas, membuat besutan super seksi dengan menyelipkan dagangan parfumnya. Kok bisa ? Begini ceritanya. Pada klip single ini, ada adegan J-Lo menari dengan tandem pria berkepala plontos. Sebuah tarian yang sulit untuk dikatakan tidak seksi, karena memang benar-benar seksi. “Menceraikan aku? Maka menyesalah seumur hidup”. Liukan tubuh J-Lo yang berbodi ramping dan singset, membuat tarian ini menjepit mata yang memandangnya. Bagaimana tidak, si pria bertelanjang dada, dan J-Lo memamerkan gaya tarian yang tak lazim. Memegang (maaf), pinggul dan bergoyang naik turun , apakah itu bentuk tarian? Mungkin lebih tepat, adalah jurus dagang. Dan, J-Lo menegaskan jurus dagang berikutnya dengan memamerkan parfum produksinya, Glowing dan Voli Vodka. |
Pitbull ditugasi J-Lo menjadi spoke person-nya. Dan, sang sutradara Paul Hunters, diminta berlama-lama merekam produknya itu. Lantas, kenapa mereka mau mengikuti titah ini? Jawabnya, karena mereka bukan orang baru bagi J-Lo. Mereka adalah kawan lama. Paul Hunters misalnya, dia sineas klip yang selalu membantu J-Lo dalam berbagai klip-nya. Sementara Pitbull, jelas karib J-Lo. Dan, teman-teman tercinta tadi, sangat memahami J-Lo, juga memahami kekalutan hatinya juga rasa gundah gulana atas perceraiannya. J-Lo tak mau murung, dan meratapi cinta yang telah pergi. Ia ingin tetap ceria, seperti luapan kata hatinya yang tertuang dalam lirik berikut ini: ….I wanna dance, and love, and dance again …I wanna dance, and love, and dance again Begitulah J-Lo, ia seolah memberi sinyal pada mantan suaminya, juga pada jutaan pria lainnya, bahwa berakhirnya cinta bukan kiamat. Ia juga meneguhkan hati para wanita yang bernasib sama dengannya, agar tidak cengeng dan merana. Lewat Dance Again, J-Lo ingin berkata bahwa dirinya tetap cantik, seksi dan punya sejuta pesona untuk mengundang lawan jenisnya. “Menceraikan aku? Maka menyesalah seumur hidup”. Begitulah kira-kira cara J-Lo mengumbar dendamnya. Anda setuju? Maka putarlah Dance Again. (cumicumi@Kunto) |
Kevin Buka Lowongan Personel Princess Kevin Aprilio mencari pengganti Rachel Octavia, personel Princess yang resmi mengundurkan diri, Senin (20/05). Putra Addie MS dan Memes itu memiliki kriteria khusus bagi wanita…
Ghostbusters 3 Mulai Syuting 2014 Sekuel ketiga film Ghostbusters kabarnya memulai proses syuting pada 2014. Kabar ini diperoleh dari pengakuan salah satu pemainnya, Dan Aykyord.
Menjelang ulang tahun cumicumi.com yang ke-4, berikut adalah foto-foto pada saat lauching cumicumi.com yang berlangsung di D'bar cafe, Pondok Pinang,…
- Twitter
- Facebook
Follow @CumiTweet