|
Kembalinya Krisyanto ke Jamrud, bukan sekadar ‘comeback’ sang vokalis. Lebih dari itu, ada hikmah penting di balik ini, yakni sadar diri. Kenapa sadar diri? Karena Krisyanto akhirnya menyadari bahwa Jamrud adalah ruang ekspresi bernyanyi yang paling tepat. Begitu pula dengan Jamrud sendiri, yang sadar bahwa Krisyanto adalah napas bagi grup ini. Lima tahun tanpa Kris, Jamrud seolah tanpa daya. Memang selama itu, mereka membuat album baru, juga punya vokalis baru. Tapi nyatanya, semua yang serba baru tadi tak menghasilkan kejutan apa-apa. Sepeninggal Kris, dua sohibnya: Aziz dan Ricky Teddy, merekrut vokalis baru bernama Donal. Juga merekrut Irwan sebagai gitaris serta Danny sebagai dramer. Bersama laskar barunya ini, Jamrud sempat merilis album New Performance 2009, Bumi & Langit Menangis serta Best of the Best. Sayang, formasi ini lebih banyak ‘gigit jari’ ketimbang unjuk gigi. Nama besar Jamrud, seolah tiarap, dan berkali-kali hanya jadi penyaksi bagi kehadiran band-band baru.
|
|
Apa yang dirasakan Jamrud, juga dialami Kris. Dalam pengembaraannya bersolo karir, ia tak menemukan setitik air pemuas dahaga. Pria yang kerap tampil dengan kupluk dan kacamata hitamnya tersebut, mendadak beku dan kehilangan arah. Kondisi ini, tentu membuat semua pihak prihatin, termasuk sang produser Log Zhelebour. Pria yang menemukan Jamrud sejak dari ‘bayi’ hingga membuat orok itu besar, tentu tak mau Jamrud mati dalam kesia-siaan. Tapi semua jawaban tergantung Kris sendiri. Log juga rekan-rekan Kris, hanya bisa menunggu sang rekan kembali. Ketika Kris menyatakan bergabung lagi, seketika rianglah hati mereka. Juga tentunya, para fans Jamrud (Jamers) , yang selama lima tahun jarang nonton konser grup pujaannya ini lagi. Ya, setelah lima tahun Kris mengelana, akhirnya pada 16 Maret 2012 lalu, Jamrud resmi kembali ke posisi awal ( Kris bergabung lagi, sejak Oktober 2011, red). Dan, Kris kembali menduduki tahta frontman, yang telah lama ia tinggalkan. Berbekal ‘Ciaat ‘ Album ‘Energi + dari Bumi dan Langit’ menandai lahirnya Jamrud bersama Krisyanto. Tapi album ini tak sepenuhnya mengusung lagu baru. Kris, menyanyikan ulang lagu-lagu di album Bumi & Langit. Satu-satunya lagu baru di tahun ini, hanya berupa single berjudul ‘Ciaat’. Lagu kocak itulah, yang dijadikan peluru untuk menembak pasar musik Indonesia. Pertanyaannya, sanggupkah Jamrud berjaya seperti dulu? Menjawab pertanyaan ini, tak semudah seperti mengerjapkan mata. Apalagi sudah bertahun-tahun Jamrud ‘lowbat’. Tentu dalam situasi begini, berharap muluk, sangatlah tidak bijaksana. |
Aziz, misalnya, ia memilih untuk mensyukuri kembali sang sahabat. Ricky pun begitu, pemain bas yang setia bersama Jamrud ini, mengaku sudah rindu menunggu hari bahagia itu. Suasana hangat dan bahagia tadi, rasanya sudah lebih dari cukup. Karena dari situasi positif tersebut, akan berpotensi menelurkan banyak gagasan dan ide kreatif dalam bermusik. Seperti dalam lagu ‘Ciaat’, di mana Aziz menciptakan lagu ini dengan santai. Sama santainya kala ia menciptakan tembang Dokter Suster atau Waktu Mandi yang menjadi hits di waktu lampau. Sang creator di Jamrud ini, kembali menemukan jatidirinya untuk santai membuat karya. Sesuai ciri khasnya, memilih hal-hal kecil yang tidak terduga-duga untuk dijadikan tema lagu. Begitu sederhana, mudah dicerna, dan terasa enteng punya. Di lagu ‘Ciaat’, Aziz mengetengahkan tema tentang bagaimana seorang pria, yang mencoba menjadi hero bagi kekasihnya. Pria yang tidak bisa berkelahi, tapi malah bermimpi bisa main kungfu seperti Jet Lee atau Bruce Lee. Di depan sang pacar, si pria tak mau jatuh gengsi. Ia tetap ingin jadi hero, dan berani melawan tantangan beberapa pria yang ingin mengeroyoknya. Hasilnya, wajah si pemberani konyol itu, memar-memar, biru lebam. Itulah makna lagu baru Jamrud, yang juga tertuang dalam visualisasi klip mereka. Begitu sederhana, mudah dicerna, dan terasa enteng punya. |
|
|
SBY, Tur 100 Kota & Ucapan Maaf Jamrud bukan band kacangan. Band yang lahir dari kota Cimahi, Jawa Barat, 1989 silam, telah mampu menyuntikkan energi baru di dunia musik Indonesia. Mereka mampu bermain dengan speed kencang, namun juga piawai membuat lagu mellow. Lagu mellow ‘Pelangi di Matamu’ misalnya, pernah disenandungkan Presiden SBY, saat berkampanye di tahun 2004 silam. Dan, menjadi salah satu lagu favorit sang presiden.
Di luar itu, Jamrud mencatatkan prestasi tersendiri, karena mereka pernah merampungkan tur spartan di 100 kota di Indonesia. Catatan ini, hanya bisa ditandingi Slank, yang memang rutin menggelar konser lintas daerah, dengan jumlah puluhan kota. Bahkan Iwan Fals, sang legenda hidup penyanyi Indonesia, gagal menggelar konser 100 kota-nya. |
||
|
Konser seperti ini, tentu mempertimbangkan basis penggemar dan kekuatan si penampil. Jamrud bisa melakukannya, karena penggemar mereka ada di hampir semua wilayah di Indonesia. Bagaimana dengan stok lagu? Jelas Jamrud punya kekuatan itu. Tidak mungkin pula, menggelar tur 100 kota, hanya bermodalkan dua lagu saja, bukan? Kris dan kawan-kawan, memiliki modal 30 lagu hit dari enam albumnya. Itu belum termasuk tembang di album lainnya, yang dikenal para Jamers, di antaranya Nekad (1996), Putri (1997), Terima kasih (1998) juga Ningrat (2000). Ada yang menarik dengan bersatunya formasi awal Jamrud ini. Aziz, mengaku Kris tak pernah minta maaf saat pergi dari band mereka. Tapi di Yogyakarta, sebelum mereka tampil di Stadion Kridosono, beberapa waktu lalu, Kris menyalami Aziz dan mengucapkan maaf. Maaf dari sang rekan, langsung disambut gembira. Seketika, hilanglah dosa itu, seketika pula muncul semangat untuk kembali menghidupkan Jamrud, agar berjaya seperti dulu. Dan, konser mereka di Stadion Kridosono, yang dijadikan pemanasan bagi Jamrud, menuai sukses. Ini tentu kabar baik, tinggal selanjutnya, menunggu Jamrud ‘menyalak’ kencang di pelataran musik Tanah Air. Cerita maaf dari Kris tadi, mengingatkan penulis pada cerita lama. Saat tampil di Lampung , di tahun 1998 silam, Jamrud dengan tangan terbuka menerima Sandy (almarhum), sang dramer yang kerap membuat puyeng mereka. |
Saat itu, di sebuah hotel berbintang di Lampung, Jamrud kongkow. Sandy terlihat tenang, santai dan ceria. Padahal, para rekannya, sempat dibuat bingung olehnya, yang kadang muncul latihan, kadang tidak, bahkan pernah tak muncul di panggung. Tapi Jamrud tetap memberi ruang buat Sandy, sebelum akhirnya sang rekan, wafat . Jamrud kembali diterpa duka, karena sang gitaris Fitrah, mengembuskan nafas terakhir, Agustus 1999 silam. Sayangnya, kedua sahabat ini, berpulang di saat mereka belum sepenuhnya merasakan arti sukses bersama Jamrud. Kris dan kawan-kawan, memiliki modal 30 lagu hit dari enam albumnya. Namun, sepenuhnya, Jamrud telah memberi maaf buat kedua sang rekan, yang kini tenang di sisi Tuhan. Dari sekilas cerita tadi, boleh dibilang, Jamrud bukan sekadar band. Tetapi mereka adalah ‘rumah para sahabat’, yang memiliki keluasan hati untuk saling berbagi dan memaafkan. Pilihan Kris kembali pulang ke ‘rumah para sahabat’, adalah pilihan tepat. Karena sahabat tak pernah menyimpan dendam, apalagi memendam sakit hati. Jika kalian memahami arti persahabatan, maka ucapkan ‘Welcome Home, Kris..’ dan putarlah lagu Jamrud untuk merayakannya. (cumicumi@Kunto) |
Sophia Latjuba Kolaborasi Dengan Indra Lesmara Sophia Mueller atau yang dulu dikenal dengan nama Sophia Latjuba kolaborasi dengan sang mantan suami Indra Lesmana dalam proyek film. Sophia mengaku tengah membuat film…
Mila Kunis Aktris Paling Dinanti Video Pornonya Setelah dinobatkan menjadi wanita terseksi oleh sebuah majalah pria dewasa, kini aktris Mila Kunis mendapat predikat baru. Mila menjadi aktris dengan video porno paling banyak…
Menjelang ulang tahun cumicumi.com yang ke-4, berikut adalah foto-foto pada saat lauching cumicumi.com yang berlangsung di D'bar cafe, Pondok Pinang,…
- Twitter
- Facebook
Follow @CumiTweet