Superman Is Dead : Lagu Anak dari Kaum ‘Pestol’…

Music Selasa, 8/5/2012 15:50

Rating : ***

“Kami ingin menyanyikan lagu anak-anak, ingin sekali..” Secuil ucapan tadi, terucap dari personel Superman Is Dead (SID) di tahun 2009 silam, sesaat  sebelum trio punk ini naik pentas di acara Indonesia Live di Jakarta. Mereka resah, mereka gelisah, melihat anak-anak di republik ini, ‘dijajah’ lagu-lagu orang dewasa. Kegelisahan yang membiru di hati itu, baru terlampiaskan Maret kemarin. Lewat single,  Aku Anak Indonesia (karya mendiang AT Mahmud), SID menyapa pecinta musik di Tanah Air, sekaligus menyapa anak-anak Indonesia.

Di tangan SID, lagu tersebut sedikit berubah bentuk, penuh distorsi gitar, dan (tentunya) ber-speed tinggi. Tapi memang inilah gaya khas bermusik trio punk asal Bali tersebut. Serba keras, serba  cepat dan percaya diri.  Kalau pun AT Mahmud masih hidup, tentu beliau tak akan marah, mendengar karyanya yang mellow, jadi hingar-bingar seperti ini.  SID tahu, anak-anak sekarang ini, dipaksa dewasa sebelum waktunya.


Anak-anak yang sudah terbiasa menyanyikan tema cinta, dengan sentuhan musik masa kini, harus dicuri perhatiannya dengan cara mereka, khas SID. Jerinx, Bobby Cool dan Eka Rock, sukses menjadikan lagu AT Mahmud ini, up to date, sesuai zaman masa kini.

Gebukan dram Jerinx, terdengar seperti rentetan peluru yang keluar dari laras senapan mesin. Dengar pula, bagaimana Bobby Cool memainkan gitar dengan pola cepat, bernapaskan rif-rif tanpa jeda. Eka Rock, cukup cerdas untuk menjaga konsistensi permainan bas-nya. Tanpa perlu mengumbar teknik triplet atau double pluck, lagu ini, cukup ia kawal dengan ritme sederhana, konstan ala SID.

Cinta Anak-anak


Seperti tertuang dalam lirik “Kuta Rock City’ berikut ini:

…. Ku benci semua yang tak pasti, woooo…

….. Rambut spikey dibilang funky….

…..  Mall dipenuhi lambang anarki,,,


Jauh sebelum menyanyikan lagu anak-anak Aku Cinta Indonesia, SID sebenarnya, sudah berdekat-dekatan dengan dunia anak.

Dalam video klip Kuat Kita Bersinar (2009), SID mengajak anak-anak untuk syuting klip bersama mereka. Tema klip ini, memang mengajak semua kalangan, termasuk anak-anak untuk bersama-sama menjaga persaudaraan.

Makanya di klip ini, SID mengendarai mobil tua. Dan, di sepanjang jalan, mereka mengajak anak-anak naik mobil bersama.  

Mereka seperti menemukan gairah baru, dalam mendengarkan musik.

SID ingin anak-anak itu bahagia, hidup layaknya anak kecil pada umumnya, bukan lagi disuruh jadi pekerja, atau murung karena ditinggal kerja ayah dan ibunya.

Di tahun itu, lagu ini sukses di mana-mana. SID, meski dikategorikan band punk, namun tampil elegan dan terbukti klip mereka itu, banyak disukai.

Di ujung klip, anak-anak bersama SID bernyanyi bersama di tepi pantai. Ya, pantai, tempat inilah yang dianggap sebagai lokasi kebebasan, di mana semua orang bisa duduk merenung, berlari-lari atau melampiaskan teriakan kencang.

Tanpa perlu takut, dibentak atau dimarahi karena mengganggu orang lain.

Pantai dan ombak, adalah cermin kebebasan, seperti lagu-lagu SID, yang selalu menyuarakan kebebasan yang bertanggung jawab serta cinta damai.

Tua Membara

Usia para personel SID sudah kepala tiga, tapi soal gelora dan semangat di dada, mereka  masih remaja.  Lagu-lagu mereka, membuktikan itu. Membuktikan bahwa SID satu napas dengan kalangan remaja.

Band yang dibentuk di Kuta, Bali, 1995 silam ini,  telah memberi warna lain  bagi musik Indonesia, juga  menginjeksi spirit tersendiri bagi para penikmat musik di negeri ini.

Pengikut SID jumlahnya bejibun. Para pengamat musik luar negeri pun, rela berpayah-payah menyoroti kiprah bermusik mereka. Hasilnya, SID masuk dalam ranking band terbaik di Billboard.

Soal fans, jangan ditanya. Di  ‘negeri facebook’,  SID memiliki rakyat lebih dari 1,5 juta orang. Dan, rata-rata para penikmat musik mereka adalah anak muda.

Di tiap konser mereka, selalu wajah-wajah muda yang muncul. Wajah-wajah yang merindukan kebebasan, tanpa perlu berpura-pura, dan tentunya mencintai musik rock.

Saat lagu Kuta Rock City dilansir pada 2003 silam, anak-anak muda di negeri ini bersorak gembira. Mereka seperti menemukan gairah baru, dalam mendengarkan musik.

Kondisi ini bisa dimaklumi. Karena, setelah era Slank, anak-anak muda mencari pelepasan lain dari selera bermusik. Bersama SID mereka menemukan senyawa itu. Lagu ‘Kuta Rock City’ pun menggema di mana-mana, dari Bali sampai Merauke, juga menyisir Sumatera, Kalimantan dan tentunya Pulau Jawa.

Boleh dibilang, formula musik yang keras dan lirik yang melawan arus, laksana air yang menyegarkan sumbatan di hati anak muda.Karena itulah, SID mendapat tempat di hati anak muda Indonesia.


Lagu ini, menggambarkan keceriaan punker muda dalam menjalani hidup. Sebenarnya, bukan hanya punker, tetapi semua anak muda, yang memiliki imaji sama, yakni cinta damai.

Di kala industri musik Indonesia dikepung lagu cinta, maka SID menawarkan hal lain.  Mereka mampu membingkai fenomena hidup dengan sudut pandang berbeda.

SID juga bicara cinta dalam lagu-lagunya, tapi bukan tema cinta cengeng penuh airmata. Melainkan, cinta dengan kekuatan untuk saling peduli dan hidup kuat di tengah keterbatasan.

Semangat muda, membuat SID terus menyala. SID juga tak pernah ambil pusing, tetap cibiran sengit, yang kadang mengarah pada mereka. Seperti halnya, tentang anggapan bahwa musik mereka biasa saja, hanya bermodalkan main cepat.

Jerinx tak marah mendengar itu. Ia malah menulis segurat kalimat, dalam lembaran fans di ranah facebook,  sebagai penguat hati:

 “Banyak orang yang bisa bermain skillful, tempo drum hebat, tehnik vokal di atas angin dan bergaya seperti rockstar. Tapi jarang banget ada band Indonesia, apalagi yang terkenal, punya lirik berontak yang sekaligus pintar. Ujung-ujungnya,  paling keras bisanya menghujat pemerintah tanpa memberi solusi yang jelas, yang buruh bangunan pun bisa melakukan itu sambil menghisap kretek terakhirnya.” -

Itulah SID, band yang selalu nyaring sejak awal terbentuknya.  Bahkan, di usia kepala tiga lebih sekian, mereka tetap bergemerincing memainkan musiknya. Termasuk menyanyikan lagu anak-anak, yang menjadi dambaan mereka sejak lama.

Menikmati lagu SID, serasa membuat kita selalu muda. Seperti yang pernah mereka katakan, “Kami termasuk Pestol ( Pemuda Stok Lama). Tapi biar fisik tua, hati  tetap membara”.

Jika Anda remaja atau masuk di barisan Pestol, maka bernyanyilah bersama SID. (cumicumi@Kunto)

 

blog comments powered by Disqus

Local Buzz

Worldwire

Photos

Jumat, 24/5/2013 16:56

Syahrini tampil tak biasa. Ia memakai gaun yang terbuat dari aluminium foil. Untuk membuat gaun itu, Syahrini menggandeng perancang busana…

 
 
more
Review cumicumi.com on alexa.com