|
“Gue di belakang layar aja,” begitulah Dewiq pernah berucap, dengan bahasa santai, apa adanya, khas gaya anak muda. Siapa Dewiq, kenapa pula perlu dikutip ucapannya? Ucapan seseorang adalah cermin konsistensi. Dan, bukan hal mudah untuk mengawal konsistensi itu. Terkadang dalam sepenggal jalan, hati manusia kerap tergoda untuk memunculkan dirinya. Tidak percaya? Dewiq buktinya. Ia yang selama belasan tahun, memilih berada di belakang layar, akhirnya tergoda untuk muncul di pelataran publik. Dan, apa hasilnya? Biasa-biasa saja, malah menghilangkan kesakralan yang seharusnya ia jaga. |
|
Kemunculan Dewiq di album ‘Siapa Dewiq?’ (2008), menjadi akar muasal bergesernya konsistensi pencipta lagu produktif ini. Di album kompilasi itu, ia menyanyikan beberapa lagu di antaranya: Katakan yang Sebenarnya dan Lebih Darimu.
Memang hak prerogative Dewiq, untuk tampil dan menyanyikan lagu ciptaannya sendiri. Sebenarnya, Dewiq tak perlu lagi bernyanyi secara komersial. Karena tanpa ia sadari, justru konsistensinya untuk tetap di belakang layar, yang membuatnya ‘besar’. Keputusan Dewi keluar dari ‘persembunyiannya’, seolah membalik sejarah di masa lalu. Saat di mana Dewiq, ingin mengunyah arti popularitas. Di masa itu, ia merampungkan tiga album, yaitu : Weeq (1996), Apa Adanya (1999) dan Hanya Manusia Biasa (2001). Ternyata, pergerakan album ini biasa-biasa saja, slow lebih tepatnya. Namun ketika Dewiq memutuskan untuk berada di balik layar, hasilnya lain. Justru ia membawa dua manfaat ganda sekaligus Pertama, lagunya sukses di pasaran dan membawa namanya makin melambung sebagai pencipta lagu. Kedua, artis atau penyanyi yang membawakan lagunya, juga ikut tenar. Ussy Sulistiawaty menjadi contoh, betapa dahsyatnya lagu Klik, yang diciptakan Dewiq itu. Ussy, yang selama ini dikenal sebagai pesinetron, langsung mencicipi aroma popularitas sebagai penyanyi. |
Juga ada Indra Bekti, yang dikenal sebagai presenter, pernah merasakan nikmatnya dikenal sebagai penyanyi. Bekti meraih itu semua, setelah membawakan karya Dewiq, yang berjudul Kok Gitu Sih. Dari paparan tadi, terlihat, betapa Dewiq memang lebih baik di belakang layar. Inilah ‘domain’ yang paling tepat dan pas buatnya. Bukan karena usianya sudah menginjak 36 tahun, juga bukan soal kemerduan vokal yang diragukan, bukan itu. Dewiq ibarat Mpu yang melahirkan karya-karya cemerlang. Layaknya seorang Mpu, maka ia harus berjarak dengan hingar-bingar popularitas yang berlebihan. Analoginya, tanpa memunculkan diri pun, seorang Mpu tetap akan ditunggu karyanya, oleh banyak orang. Terbukti, karya Dewiq disukai masyarakat, termasuk penyanyi baru hingga penyanyi lawas pun, rela waiting list demi mendapatkan karyanya.
Bahkan penyanyi asal Malaysia, Siti Nurhaliza pun, memesan lagu padanya yang berjudul Bukan Cinta Biasa. Selanjutnya, sederet judul lagunya ramai-ramai dinyanyikan para artis lokal, seperti Sunny dan Setelah Kau Pergi (Bunga Citra Lestari), Cinta di Ujung Jalan dan Tanpa Kekasihku (Agnes Monica) serta Masih Bisa Cinta (Iwan Fals). |
|
|
Dari Condet ke Gang Potlot
Sebelum dikenal jadi penyanyi, Dewiq adalah pemain dram di grup Red Rose dan Apple Garden. Bersama band ini, ia berputar-putar tampil di berbagai festival musik. Karena keasyikan ngeband, kuliah Dewiq di jurusan Sastra Inggris STIBA Bandung, berantakan. Tak rampung kuliah, wanita kelahiran Makassar ini pun, mencelat pergi ke Jakarta. Ia kemudian, masuk sebagai dramer di band U Camp (versi wanita). Sambil bermusik, Dewiq meluaskan pergaulan. Ia rela mondar-mandir dari markas U Camp di Condet, Jakarta Timur ke markas Slank di Gang Potlot, Duren Tiga, Jakarta Selatan. |
||
|
Entah kenapa, Dewiq begitu yakin, kelak di dua tempat itu, dirinya bakal bertemu Dewi Fortuna yang akan mengangkatnya menjadi orang terkenal. Benar saja, berkat pergaulannya bersama anak-anak band lainnya, Dewiq jadi makin tahu, seperti apa menyanyi dan mencipta lagu. Di markas U Camp, Dewi ditawari menyanyi oleh Erry, basis band U Camp. Ia kemudian digaet perusahaan rekaman Union Artist untuk rekaman. Saat itulah, lahir album pertama Dewiq, berjudul ‘Weeq’ (1996). Pihak Union Artist kemudian melanjutkan album kedua Dewiq, berjudul Apa Adanya (1999). Kali ini, ada Pay yang diminta bantuan perusahaan rekaman untuk membantu rekaman. "Sambil bikin album, kami malah pacaran”. Dewiq mengenang semua itu, dengan hati riang. Karena Pay, telah memberinya inspirasi bermusik dan mencipta lagu. Tanpa inspirasi curhat, Dewiq mengaku mati angin Setelah itu, Dewiq merampungkan album ketiga Hanya Manusia Biasa (2001). Ketiga solo albumnya, memang tidak meledak, namun mengukuhkan eksistensi Dewiq sebagai penyanyi sekaligus pencipta lagu. Mungkin inilah, yang dimaksud Dewiq dengan Dewi Fortuna itu. Karena di markas U Camp, ia ditawari rekaman. Sedangkan di markas Slank, ia bertemu Pay mantan gitaris Slank, yang membantunya rekaman dan kelak menjadi suaminya. Meski pada akhirnya, mereka bercerai, namun Dewiq mencatat semua itu dengan tinta keindahan dalam hidup. Usai album ketiga, Dewiq memutuskan mundur sebagai penyanyi. Inilah masa titik balik, yang berujung sukses. Dewiq memilih menjadi pencipta lagu dan berada di belakang layar. Lagu pertamanya ‘Dunia Belum Berakhir’ disodorkan pada Shaden. Dengan lagu itulah, nama Shaden melejit dan Dewiq pun diburu lagunya. |
Pribadi Unik Dewiq terlahir dengan nama Cynthia Dewi Bayu Wardani. Ia adalah pribadi unik, seunik keputusannya menambahkan huruf Q di belakang namanya. Keunikan lain, Dewiq selalu meminta biodata dan curhat si artis, yang memesan lagu ciptaannya. Ya, seperti itulah Dewiq saat mencipta lagu. Ia tak mau asal mengarang, dan meminta si artis curhat padanya. Bahkan penyanyi baru, yang meminta lagu padanya, juga ‘diwajibkan’ memberikan biodata dan contoh vokal. Untuk apa? Dewiq mengaku butuh keintiman cerita dengan pihak yang meminta karyanya. Dari curhat, biodata dan contoh vokal itulah, maka Dewiq dengan lancar memunculkan inspirasi mencipta lagu. Ia pun, dikenal sebagai orang yang pandai menjaga rahasia. Sampai sekarang, tak ada satu titik cerita kelam penyanyi lain, yang diumbarnya ke ranah publik. Padahal, artis itu membawakan lagunya, dan tentu saja, pernah curhat pada Dewiq. Soal yang satu ini, Dewiq konsisten, dan akan selalu konsisten sampai akhirnya ia tak bisa mencipta lagu lagi. Karena rahasia hidup seseorang, adalah hal paling penting untuk dijaga kerahasiaannya. Ironisnya, Dewiq malah terpeleset dalam konsistensi yang lain, yaitu tergiur untuk menyanyi lagi. Rasanya, terlalu sayang, jika konsistensi itu dilanggar hanya karena alasan rindu jadi biduan lagi. Album kompilasi ‘Siapa Dewiq?’ (2008), yang gaungnya biasa-biasa saja, menjadi bukti bahwa Dewiq kurang mengigit jika turun gunung menjadi penyanyi. Jangan sampai, Dewiq mengalami hal ini lagi. Jangan pula, ia terbius rayuan untuk jadi lebih terkenal. Biarlah para ‘cukong-cukong’ rekaman gigit jari, karena gagal mengajaknya bernyanyi. Maka cukuplah, kehadiran album tadi dimaknai sebagai obat kerinduan Dewiq dalam berolah vokal. Cukup itu saja, tak lebih dan tak kurang. Dan, mulai sekarang hingga nanti, jadikanlah dirimu sebagai seorang Mpu. Sejujurnya, kau lebih ‘sakti’ jika di belakang layar, Dewiq…. (cumicumi@Kunto) |
Sebut Ahok Cina, Farhat Abbas Jadi Tersangka Farhat Abbas ditetapkan sebagai tersangka terkait ucapannya di media sosial. Dalam kicauannya, Farhat menyebut Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahok, Cina. Jumat (24/05), Kepolisian Daerah Metro…
G-Dragon Tak Habis Ide untuk Tampil Unik Salah seorang personel Big Bang, G-Dragon dikenal tak pernah kehabisan ide untuk tampil unik. Soal itu, G-Dragon berbagi tipsnya.
Syahrini tampil tak biasa. Ia memakai gaun yang terbuat dari aluminium foil. Untuk membuat gaun itu, Syahrini menggandeng perancang busana…
- Twitter
- Facebook
Follow @CumiTweet