Adele & Tangis Bombay …

Music Jumat, 20/4/2012 16:47

Rating : ****

Tanggal 5 Mei mendatang, tengoklah kanal internet. Masukkan kata kunci Adele Birthday, dan lihatlah apa yang terpapar: banjir ucapan! Siapapun orangnya, apapun warganegaranya, semua menuju satu muara, memberi ucapan selamat ulang tahun buat sang idola. Dan, di hari itu, semua mengaku sebagai fans Adele. Kenapa begitu?

Begini analoginya. Popularitas Adele sekarang ini, sulit dicari bandingnya. Dialah penyanyi asal Inggris, yang mengoyak dunia rekaman dengan tembang mellow Someone Like You. Lagu yang terdapat dalam album 21 itu,   terjual hingga 270 juta keping di seluruh dunia. Angka ini setara dengan jumlah penduduk Indonesia, luar biasa.

Dengan fans sebanyak itu, maka momen ulang tahun Adele, menjadi hal yang ditunggu-tunggu. Di zaman serba canggih seperti ini, cukup dengan lima menit mengurai kata, klik alamat sang diva, terbanglah pesan tersebut. Syukur-syukur, jika official Adele memuatnya, maka semakin senanglah hati para fans. Begitulah sedikit nukilan logika, yang terjadi pada 5 Mei nanti. Inilah bentuk komunikasi serba cepat, antara fans dan sang idola.  Mereka melakukan itu, karena kecintaan dan respek pada Adele.  Tidak lain, tidak bukan.

Ratu Galau’

Adele mungkin tak pernah tahu, jika para penggemarnya di Indonesia, memberikan apresiasi tinggi bagi karyanya. Termasuk menyematkan julukan ‘Ratu Galau’, karena lagu-lagunya yang mellow, digemari di republik ini.


Karya Adele, cocok bagi telinga yang kasmaran atau yang tengah merasakan patah hati.  Ini membuktikan, para pemburu dan pendamba cinta, menjadi ‘jamaahnya’. Julukan ‘Ratu Galau’  tak seratus persen salah, ada benarnya. Pasalnya, dalam kehidupan aslinya, Adele memang kekurangan cinta.

Adele lahir di Tottenham, London, 5 Mei 1988, dari pasangan  Mark Evans dan Penny Adkins.  Inilah kegalauan pertama dalam hidup Adele, karena ia dibesarkan Penny seorang diri, setelah sang ayah pergi begitu saja dari kehidupan mereka.

Sejak berusia empat tahun, Adele sudah senang menyanyi. Kamar tidur dan kamar mandi, adalah studio pertamanya.  Menginjak usia  16 tahun, setelah lulus dari The Brit School for Performing Arts & Technology di Croydon, Adele menulis lagu berjudul ‘Hometown Glory’ (2007). Lagu inilah, yang membuka mata publik, tentang kehebatan Adele mencipta lagu dan bernyanyi merdu.>>>

Di tahun 2008, Adele melempar single ‘Chasing Pavements’ yang termuat di album ‘19’. Dua tahun kemudian, Adele menggulirkan album ‘21’ ( 2010), di sinilah Adele menuai berkah popularitas setinggi langit. Karena sepanjang tahun 2011, hingga kini, nama Adele belum tergeser.

Di tahun ini, ia pun belum membuat lagu baru. Tapi publik musik dunia tetap mencintainya, sepertinya lagu  ‘Someone Like You’, ‘Rolling In The Deep’ dan ‘Set Fire to the Rain’,  belum membosankan untuk didengar.

Karya  Adele berbuah beragam penghargaan. Di ajang Grammy Awards 2009 misalnya, ia menerima  dua Grammy Best New Artist dan Best Female Pop Vocal Performance. Setahun kemudian, Adele menang lagi untuk kategori Best Pop Vocal Album.

Yang paling hangat, Adele menerima  penghargaan Grammy ke-54 tahun 2012, Adele memenangkan total enam piala di kategori Record of The Year, Album of The Year, Song of The Year, Best Pop Solo Performance, Best Pop Vocal Album, serta Best Short Form Music Video.

Sukses berkarir bukan berarti melenyapkan rasa galau di hati Adele.  Wanita pendiam ini, diam-diam begitu berhasrat untuk membina rumah tangga. Ia tak mau kesepian, Adele yang pernah kehilangan seorang kekasih, menuangkan kegalauan hatinya dalam lagu Someone Like You.


Dengarlah rintihannya dalam cukilan lirik berikut:

….. Never mind, I'll find someone like you

I wish nothing but the best for you too

Don't forget me, I beg

I remember you said,

"Sometimes it lasts in love but sometimes it hurts instead,

Sometimes it lasts in love but sometimes it hurts instead, "

Yeah


Lagu ‘Someone Like You’ memang berkisah tentang kesepian cinta Adele. Ia pernah kasmaran dan hidup bersama dengan seorang fotografer bernama  Alex Sturrock.  Sayang, hanya setahun Adele meraih kebahagiaan dengan pria berusia 31 tahun itu. Kisah asmara mereka, terjadi di tahun 2008 hingga 2009 silam.

Adele tak mau  patah hati lagi.  Kini, ada pria bernama Simon Konecki yang mampu menenangkan hatinya.  Namun tahukah Anda, jika Adele ingin cuti menyanyi hingga empat tahun ke depan?

Adele ingin menyelami cinta Simon, dan ingin segera menikah. Ia mencoba menghindar dari jebakan popularitas, juga jebakan mengejar uang. Adele hanya ingin menjadi wanita biasa, menikah dengan pria yang ia cintai, dan memiliki anak. >>>

Pada satu kesempatan, Adele mengurai kabar mengejutkan.  Ia berkata serius, bahwa setelah tahun 2012 ini, dirinya akan pamit  dari dunia tarik suara, selama empat sampai lima tahun.  Alasannya, Adele  ingin menikmati hidup bersama Simon.  Jelas, ini kabar yang mengagetkan.

Siapa pula yang menyangka, jika Adele yang terkenal di seantero planet bumi, justru memiliki keinginan teramat sederhana, yakni hidup tenang di pedesaan, menanam sayuran, serta menimang bayi.

Jadi, buat para fans setia  Adele, sisa di tahun ini, menjadi momen berharga untuk menikmati satu album lagi dari sang biduan. Karena setelah itu, Adele pamit.  Dan, (mungkin saja), ia tak kembali lagi...

Makna Fans Sejati

Kehadiran Adele, patut disyukuri dengan setangkup terima kasih, kalau perlu berkali-kali.  Pasalnya, Adele membuat para pelaku bisnis rekaman dunia, tersenyum senang .Album Adele, laris manis di pasaran dan semua itu dibeli dengan uang oleh para fans sejatinya. Pada akhirnya, transaksi ini memberi keuntungan pula buat Adele, melalui skema royalty dan sebagainya. Tapi berbeda dengan pasar Indonesia, yang serba absurd. Mudah-mudahan Adele tak marah, karena meski mengaku memuji Adele dan mengaku fans sejati, tapi ironisnya justru  tak membeli rekaman asli. Malah, men-download saja, gratis.

Tentu ini praktik illegal, tapi mau apalagi, memang itulah cara termurah dan terindah untuk tidak menghargai karya orang lain. Meski pura-puranya menghargai. Di luar negeri, web musik yang menyediakan download gratis, hanya berfungsi untuk mengenalkan lagu saja. Mental mereka jauh lebih tebal, dan begitu menghargai karya seni. Jadi, setelah melihat potongan klip dan mendengar lagu Adele ( tanpa mendownload),  mereka bergegas pergi ke toko, membeli cakram rekaman asli.

Atau, membeli lewat I-tunes Apple, yang tentu berbayar.  Ini dilakukan demi sang idola, dan penghargaan tinggi buat Adele. Pecinta musik di sana, bahkan belum merasa afdol jika tak mengoleksi cakram rekaman fisiknya.


Cover asli album Adele, juga tak luput mereka koleksi. Ini baru namanya fans, karena sebutan fans itu, bukan sekadar tempelan atau gaya-gayan.  Mengoleksi album asli, adalah pride buat para fans dan tentunya, tidak membeli barang bajakan.

Indonesia memiliki Undang Undang Pornografi dan Undang Undang Transaksi Elektronik.  Negeri ini, juga tengah mensosialisasikan Undang Undang Intelektualitas dan ITE, yang memuat anti illegal download, termasuk karya lagu dan musik.

Dan, jangan sampai Adele ‘menangis Bombay’…

Jadi pada praktiknya, penyedia link download illegal, bakal ditertibkan. Dan, para pendownload pun harus ikut aturan ini.

Tapi masalahnya kembali ke mental individunya. Karena sudah jadi rahasia umum, betapa pandainya publik mengakali segala peraturan. Jadi begitu ada kunci penutup, maka segera dicari kunci pembuka lainnya. Kalau begitu seterusnya, maka menangislah para penyanyi dan musisi, lantaran karya mereka disesap seenaknya. >>>

Catatan  healourmusic.org,  membuat kita trenyuh.  Pasalnya,  selama tahun 2010, download musik secara resmi (legal) di Indonesia hanya mencapai 15.395.192 kali unduh, dengan nilai Rp48,76 juta. Sementara yang illegal, jauh lebih menggunung, yakni 2,851 miliar lagu, dengan nilai penjualan sekitar Rp12 triliun. 

Untung Adele tak lahir di Indonesia. Ia bisa ‘menangis Bombay’ di sini, karena tak mendapat apa-apa dari karyanya, mungkin hanya setetes tebu saja nikmatnya, sementara sari-sari manis sudah habis tinggal sepah.

Wajarlah, jika para artis dan musisi Indonesia,  angkat tangan dengan kondisi ini. Makanya, mereka beralih mengandalkan penjualan ringback tone (RBT), untuk mengepulkan asap dapur. Sayangnya, sinergi dengan operator telepon ini pun,  juga tidak terlalu signifikan, karena orang lebih suka download gratis.

Melihat kondisi tadi, rasanya, Indonesia   jauh dari aroma fans sejati. Tapi belumlah terlambat,  untuk membuktikan diri sebagai fans sejati Adele. Salah satunya, dengan  membeli lagu Adele secara legal. Sebab, tak ada kata terlambat untuk sebuah kebenaran …  Dan, jangan sampai Adele ‘menangis Bombay’… (Cumicumi@Kunto)

 

 

blog comments powered by Disqus

Local Buzz

Worldwire

Photos

Rabu, 22/5/2013 17:53

Menjelang ulang tahun cumicumi.com yang ke-4, berikut adalah foto-foto pada saat lauching cumicumi.com yang berlangsung di D'bar cafe, Pondok Pinang,…

 
 
more
Review cumicumi.com on alexa.com