Welcome, Join Us Here

Black Keys 'El Camino' Warisan Tradisi Garage Rock

Posted in : Music Wed 12 2011

Belantika musik indie dan musik mainstream sebetulnya mempunyai sifat yang tidak jauh berbeda: band datang dan pergi, serta saling mengisi kekosongan dan gantian mendapat sorotan setelah yang 'naik daun' kembali 'turun' balik ke  tahap ketidakjelasan. Vakumnya The White Stripes tentunya membuka peluang band lain untuk mengisi kekosongan figur pewaris garage rock, dan walau memang banyak sekali kandidatnya, namun sepertinya sejak tahun 2010 lalu band duo THE BLACK KEYS lah sang jawara yang...

menghidupkan nyawa tradisi aliran paduan blues, grungie, post-punk, dan southern rock ini.

Setelah sepanjang 9 tahun meniti karir dengan 5 album pertama yang kurang berhasil booming di pasar, The Black Keys akhirnya menjadi sorotan publik. tahun lalu dengan album "Brothers" yang berhasil mendapatkan 3 Grammy Awards dan menjual jutaan keping di seluruh penjuru dunia. 
 


  

Pada bulan Desember 2011 ini, mereka kembali merelis album baru bertajuk "EL CAMINO". Ini adalah pertemuan ketiga duo Dan Auerbach dan Patrick Carney dengan produser handal Brian Burton atau yang lebih dikenal dengan panggilan Danger Mouse. 

Dalam album ini, The Black Keys tetap setia dengan khas komposisi musik mereka yang  sederhana namun terdengar megah dengan permainan efek isntrumen yang fuzzy dan glam ala 70an.

Walau mereka hampir tidak pernah sama sekali menggunakan detakan drum yang rumit dan kompleks, namun tambuhan gederang yang stabil dan konsisten dalam sepanjang lagu mereka itu justru menghidupkan lagunya dan tidak pernah mengecewakan. 

Single seperti "Lonely Boy" mempunyai riff gitar yang sangat simpel namun menarik di telinga ditambah lapisan keyboard yang sangat catchy. 

Begitu juga dengan lagu seperti "Dead and Gone" mempunyai jenjangan tiga elemen yang pasti mengikat pendengar: drumbeat yang simple namun efektif, riff gitar yang meniru gaya The Police, dan ketiga harmonisasi "whoa-ohs" dan "na-na-nas" yang mudah menempel di kepala.

Namun dari keseluruhan album, lagu yang paling menarik adalah "Run Right Back" yang retro dengan intro dan filler slide gitar yang kental ala 70an dan sinkopasi ritma yang menggoda badan untuk berdansa. (cumicumi@wish)

blog comments powered by Disqus

Local Buzz

Worldwire

Photos

Lega. Mungkin kata tersebut cocok untuk menggambarkan perasaan Anang Hermansyah dan Ashanty yang  telah resmi menjadi sepasang suami istri. Setelah…

 
 
more