|
Selama lebih dari 30 tahun Metallica telah berhasil tetap berjaya sebagai sebuah band heavy metal yang paling influensial di dunia permusikan rock hingga bahkan dinobatkan sebagai salah satu satu "the big four" thrash metal bersama Slayer, Anthrax, dan Megadeth.
Namun, di pertengahan karir mereka memang telah terjadi krisis turunnya kepamoran karena karya-karya baru yang mereka suguhkan mulai dianggap sudah berubah haluan menjadi sebuah lagu rock yang terlalu 'mainstream.' Musikalitas mereka pun dinilai tidak sekelas seperti awal karir mereka yang benar-benar mencerminkan karakter budaya heavy metal. Sejak dimulainya millenia baru, album-album yang mereka rilis telah banyak mengecewakan para die-hard fans yang terus berusaha setia kepada Metallica. Walau demikian, sampai kini pun Metallica tetaplah band yang selalu mendapatkan kehormatan tinggi dari semua kalangan musisi. |
|
|
Di kuartal terakhir tahun 2011 ini, Metallica merilis sebuah album yang membuat para pendengar sejati kembali meragukan kualitas musikialitas mereka yang seakan tak berkembang namun justru mengalami kemunduran. Bersama musisi legendaris Lewis Allan "Lou" Reed dari band The Velvet Underground, Metallica merelis sebuah album kolaborasi bertajuk "LULU".
Kegagalan "Lulu"... |
Keputusan kolaborasi tersebut diumumkan setelah Metallica dan Lou Reed berhasil menggebrak panggung acara ulangtahun ke-25 Rock and Roll Hall of Fame dengan sebuah pertunjukan yang mengagumkan, dan tentunya, mayoritas dari para fans Metallica maupun Lou Reed ikut merasa heboh mendengar rencana kolaborasi unik tersebut. Ini bisa saja dapat menjadi sebuah terobosan spektakular yang mampu memberi dampak besar pada dunia musik kini dan menjadi patokan yang tinggi untuk para artis-artis kolaborasi lainnya. Namun, kerjasama yan seharusnya dapat menjadi sebuah album kolaborasi yang fenonemal antara dua sosok ikonis tersebut hasilnya malah menjadi sebuah... karya tragis yang gagal memenuhi ekspetasi semua orang. Memang sayang sekali apabila dua musisi senior seperti mereka tidak bisa menghasilkan sebuah album kolaborasi yang spektakuler, dan sehebat apapun nama mereka, bukan berarti apa yang sentuh tentunya menjadi emas.
|
|
Album dimulai dengan tuturan puisi dalam lagu "Brandenburg Gate" yang diiringi petikan gitar akustik oleh Lou Reed: "I would cut my legs and tits off, when I think of Boris karloff dan Kinski in the dark of the moon." Kata-kata awal tersebut cukup menggertak telinga untuk terus mendengar kelanjutan lagu tersebut, dan setelah stanza pertama berakhir, mulailah masuk detakan metal dengan James Hethfield yang terus mengulang-ngulang menyanyikan "small town girl" di latar belakang Lou Reed yang terus mentuturkan puisinya. Yang pada awalnya menarik, setelah berlangsung beberapa menit, suara Hethfield justru menjadi sangat mengganggu, bahkan patut dipertanyakan apakah pengisian suaranya tersebut mempunyai arti yang penting dalam lagu ini.
Dengan lagu pertama ini saja, sudah terbaca dengan jelas seperti apakah kelanjutan lagu-lagu berikutnya, dimana dua gaya musikal antara Metallica dan Lou Reed tidak terjalin chemistry yang baik, bahkan secara kasar tidak kompatibel. Daripada menggabungkan dua unsur menjadi satu, album "Lulu" justru terdengar seperti dua unsur yang saling berjalan sendiri-sendiri di saat yang bersamaan. |
|
|
|
|
|
text goes here |
text goes here |
Dewi Perssik Siapkan Sesuatu Demi Lady Gaga
Penyanyi dangdut Dewi Perssik mengaku sudah menyiapkan sesuatu yang spesial jika Lady Gaga jadi datang ke Indonesia. Apa ya?
Shane "Westlife" Siap Bersolo Karier
Salah seorang personel boyband asal Irlandia Westlife, Shane Filan siap bersolo karier. Hal itu dilakukan setelah berembus kencang kabar Westlife bakal bubar setelah tur konser…
Lega. Mungkin kata tersebut cocok untuk menggambarkan perasaan Anang Hermansyah dan Ashanty yang telah resmi menjadi sepasang suami istri. Setelah…