|
Hybrid Theory (2000) dapat disebut sebagai album yang pertama kali dengan konkrit mendefinisikan karakter Linkin Park sebagai band nu metal dan rap metal. Perpaduan vokal nge-rock Chester Bennington dengan kelincahan flow rhythm Mike Shinoda yang diiringi progresi nu metal gitaris Brad Delson, bassist Dave "Phoenix" Farrell, drummer Rob Bourdon, dan sampling Joe Hahn telah berhasil mengorbitkan style musik mereka yang 'bersih' sebagai genre yang dapat diterima oleh segala kalangan massa. Pada tahun 2003 pun mereka juga meraih keberhasilan yang sama dengan album Meteora. Namun album berikutnya Minutes to MIdnight (2007), mereka lebih memilih untuk eksplorasi genre yang berbeda dari debut mereka dengan nu metal. Dengan bantuan produser legendaris Rick Rubin, Linkin Park lebih banyak menyentuh jenis musik seperti punk, classic rock, dan dan hiphop. Walau tetap mendapatkan kesuksesan komersil yang layak, namun memencongnya style mereka dari nu mental mendapatkan reaksi dan resensi yang berbeda dari para fans mereka. Banyak yang bertanya apakah mereka akan kembali ke akar nu metal setelah album Minutes To Midnight. |
| |
Hasilnya? Pada album terbaru mereka A Thousand Suns (2010) mereka justru meluncurkan sebuah konsep album yang sangat berbeda dari yang diperkirakan. Nama album yang terinspirasi dari sebuah kitab suci Sansekerta Hindu berjudul Bhagavad Gita ini tetap mendapatkan reaksi yang berbeda-beda dari kalangan fans dan pencinta musik. Kembali dengan bantuan produser Rick Rubin, banyak pihak yang masih berharap Linkin Park akan kembali ke akar musik yang mengorbitkan mereka, dan banyak juga yang mengapresiasi kejeniusan originalitas mereka untuk menciptakan sebuah genre rock yang baru. Vokalis Chester Bennington mengaku album ini akan tetap setia dengan formula menggabungkan hiphop dengan rock, namun berbeda dengan the Old Linkin Park, A Thousands Suns lebih menyondong ke style yang organik daripada teknikal.
"If the radiance of |
|
Mike Shinoda yang juga ikut serta menjadi producer album ini dengan Rick Rubin, mengatakan bahwa A Thousand Suns menceritakan tentang keresahan manusia akan masa depan dunia yang terus berubah dengan kemajuan teknologi. Konsep album yang digarap dengan sangat matang ini menjelajahi kehidupan dinamis manusia yang dengan gampangnya menemukan dan kehilangan cinta di masa space age. (cumicumi@wish)
|
||
Dewi Perssik Siapkan Sesuatu Demi Lady Gaga
Penyanyi dangdut Dewi Perssik mengaku sudah menyiapkan sesuatu yang spesial jika Lady Gaga jadi datang ke Indonesia. Apa ya?
Shane "Westlife" Siap Bersolo Karier
Salah seorang personel boyband asal Irlandia Westlife, Shane Filan siap bersolo karier. Hal itu dilakukan setelah berembus kencang kabar Westlife bakal bubar setelah tur konser…
Lega. Mungkin kata tersebut cocok untuk menggambarkan perasaan Anang Hermansyah dan Ashanty yang telah resmi menjadi sepasang suami istri. Setelah…