Cumicumi, #1 Video Entertainment Portal

Bocah SMP Nyaris Diperkosa 3 Kali, Hotman Paris Tak Tinggal Diam

CUMI XTRA
Bocah SMP Nyaris Diperkosa 3 Kali, Hotman Paris Tak Tinggal Diam

Malang benar nasib Maria (15), anak di bawah usia asal Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Ia nyaris diperkosa tiga kali oleh pria dewasa saat hendak berangkat ke sekolah. Mendengar kisah tersebut, Hotman Paris tak tinggal diam.

Ditemui di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Hotman Paris mendampingi orang tua korban, menceritakan kronologi kejadian.

hotman1.jpg

“Untung dengan istrinya membawa putrinya, namanya Maria waktu diduga diperkosa umur 15 tahun masih kelas 3 SMP, dan kita didukung wanita PUAN, Perempuan Amanat Nasional, cantik-cantiknya lumayan,” Hotman mengawali sesi wawancara.

“Kejadiannya begini, Maria ini mau sekolah tiba-tiba disergap sama laki-laki yang sekitar 6 tahun lebih dua dari dia, dibawa ke gudang, diperkosa. Diancam dibunuh, HP dirusak agar nggak bisa telepon bapaknya. Itu pertama,” lanjut Hotman.

“Kedua, dua minggu lagi diintip pas dalam perjalanan sekolah, diperkosa lagi,” sambungnya.

“Yang ketiga sudah mau diperkosa ketahuan sama teman-teman dia, akhirnya nggak jadi diperkosa. Sudah disergap juga. Selama ini tidak mau ngaku karena takut dibunuh, akhirnya dia mau ngaku bahwa dia diperkosa. Karena dia ngaku, marahlah laki-laki ini, menyerang ke sekolah lagi ujian dianiaya. Khusus atas penganiayaan itu sudah divonis si laki-laki itu. Khusus mengenai dugaan pemerkosaan anak di bawah umur, dilakukan tes DNA. Yang diambil tes DNA ada 4 orang, satu si bayi tentunya, kedua korban, ibunda dari bayi, ketiga diduga pelaku, keempat ibu dari pelaku, dikirim ke Jakarta. Hasilnya harusnya empat kok cuman tiga. Satu lagi nggak ada. Dan ditulis bahwa tes DNA diduga si pelaku tidak cocok dengan si bayi. Jadi keluarga ini mempertanyakan, seolah ada ketidakberesan dalam pengiriman sample DNA ke Jakarta. Apakah ditukar? Kenapa dari empat jadi tiga?” jelas Hotman.

hotman2.jpg

Karena menemukan kejanggalan, maka Hotman dan keluarga korban mendatangi Kantor Propam Mabes Polri untuk minta tes DNA ulang.

“Karena tanpa itu proses hukum terhadap diduga pelaku tidak bisa berjalan,” tandas Hotman. O abu/vin