Demi Young Lex, Ernest Prakasa Bikin Panggung Rp 130 Juta

SHARE THIS NEWS

596
Demi Young Lex, Ernest Prakasa Bikin Panggung Rp 130 Juta

Perdana jadi produser untuk film The Underdogs, Ernest Prakasa pusing masalah bujet. Sebagai properti film, sebuah panggung keren dengan layar LED dibangun dengan dana Rp 130 juta. Panggung itulah yang dipakai konser para rapper, salah satunya Young Lex.

“Cuma bikin background LED itu sewanya sekitar 130 juta. Itu belum termasuk operatornya, yang bikin grafis-grafisnya, itu belum termasuk,” ungkap Ernest saat dijumpai di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (10/8).

ernest-prakasa-2.jpg

“Sebagai produser harus mikirin ini harus kayak gimana konsernya. Akhirnya, kita coba untuk bikin yang supaya orang saat nonton tuh, lihatnya wah gitu, niat, atau proper gitu. Jadi, kita coba bikin full LED background-nya. Dan, awalnya aku, tuh, enggak tahu ternyata LED itu mahal banget,” ujarnya terbahak.

BACA JUGA, Film Danur Dicela Ernest Pakai Gimmick, Begini Tanggapan Prilly

Gara-gara panggung berlayar LED itu, Ernest pun mengalami pembengkakkan bujet. Beruntung, pihak Starvision tak mempermasalahkan over budget itu, demi film yang berkualitas.

“Agak, bujetnya agak di atas dari yang diproyeksikan awal, tapi ya itulah enaknya. Film itu sesuatu yang kompleks, ya. Artinya, dalam produksi itu biasanya ada saja improvisasi di tengah jalan. Jadi, yang improvisasi itu bukan cuma pemain, tapi produser juga harus improvisasi. Kalau bujet bengkak mau digimanain, mau dijalanin atau mau di-cut cost-nya,” jelasnya.

ernest-prakasa-3.jpg

Pengalaman pertama jadi produser, Ernest akhirnya tahu bagaimana ribetnya mengurusi banyak hal terkait produksi. Tak sia-sia, pusing kepalanya berbuah manis, dengan kepuasannya melihat hasil jadi film The Underdogs.

“Memang lebih mahal dari yang diharapkan di awal, tapi setelah kita lihat hasilnya memang ini seharusnya begini. Pengalaman banget karena ini baru pertama jadi produser, harus ngurusin yang kayak gitu. Ternyata ngurusin itung-itungan duit gini puyeng juga, ya,” pungkas Ernest. O gde/fie