Tak Murah, Restorasi Film Makan Biaya Rp 3,5 M

SHARE THIS NEWS

503
Tak Murah, Restorasi Film Makan Biaya Rp 3,5 M

Sistem pengarsipan buruk, banyak film lama rusak.

Jelang pelaksaan Festival Film 2016 yang mengangkat tema restorasi, wacana merestorasi film-film klasik gencar diangkat. Sayangnya, untuk merestorasi film seluloid ke format digital dengan kualtias gambar 4K tidaklah mudah dan murah. Satu film saja memakan dana hingga Rp 3,5 miliar.

Bukan hanya itu, sistem pengarsipan film di Indonesia sangat buruk. Banyak film-film lama yang disimpan dalam format pita seluloid, gambarnya sudah rusak dan tidak layak tonton.

ffi-2016.jpg

"Hal ini sangat disayangkan, mengingat film-film klasik tersebut merupakan potongan-potongan rekaman yang tersisa dari masanya dan akan selalu aktual untuk ditonton kembali, sebagai pesan dari generasi itu untuk generasi mendatang," ujar Lukman Sardi, Ketua Panitia FFI 2016, dijumpai di bilangan Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (21/9).

Namun, dengan sulitnya merestorasi film, bukan berarti restorasi dihentikan begitu saja. Praktisi restorasi film, Lisabona Rahman, mengatakan bahwa film merupakan produk kebudayaan yang memiliki daya jangkau yang luar biasa.

FFI 2016.jpg

"Di Amerika Serikat dan Eropa pun, film-film klasik tetap disimpan dengan baik dan dilestarikan. Film-film tersebut secara rutin diputar kembali untuk ditonton generasi muda disana," ujar Lisabona.

Upaya untuk merestorasi film-film Indonesia harus terus diapresiasi. Dan, sebagai perhelatan yang bertujuan untuk memajukan dunia perfilman Tanah Air, FFI bertanggung jawab untuk ikut aktif dalam upaya restorasi dan perbaikan sstem pengarsipan film nasional. O abd/fie

Lihat Juga Episode Terbaru Keluarga A5 di Bawah Ini!