Cumicumi, #1 Video Entertainment Portal

Disebut Anak Durhaka, Eza Gionino Langsung Ngelus Dada

CUMI CELEBS
Disebut Anak Durhaka, Eza Gionino Langsung Ngelus Dada

Tetap ingin menikah dengan Meiza Aulia Coritha, Eza Gionino disebut anak durhaka oleh ibundanya, Ruch Gaya. Mendengar pernyataan itu, aktor 28 tahun ini hanya bisa mengelus dada.

eza-gionino8.jpg

“Cuma yang bikin saya luar biasa yang saya baca mau itu di medsos atau berita apa pun saya dibilang anak durhaka,” ujar Eza sambil mengelus dadanya saat ditemui di kawasan Cibubur, Jakarta Timur, Rabu (11/7).

“Saya pengen tanya, saya durhaka seperti apa? Konotasi durhaka menurut saya, nggak tahu kalau orang lain, kalau durhaka menurut saya, saya usir ibu saya dan semua orang dari rumah dan saya hidup dengan keinginan saya sendiri, itu baru saya durhaka. Ini saya tinggalin rumah, tinggalin semuanya saya nggak bawa apa-apa. Cuma bawa baju-baju untuk syuting saya, satu pun barang nggak ada saya bawa. Saya pergi dari rumah bukan berniat meninggalkan ibu saya, tidak. Sumpah Demi Allah. Seharusnya ini masalah keluarga yang tidak harusnya menjadi konsumsi publik. Tapi karena sudah terlanjur ya mau bagaimana. Ini saya sebagai anak di sini, saya tinggalin semua untuk bekerja. Selama saya tinggalin mama, saya berharap saya berdoa, makanya saya minta Habib Al Kaf untuk bantuannya. Doa apa saja yang harus saya lakukan,” paparnya.

BACA JUGA, Wali Nikah Masih di Luar Kota, Pernikahan Eza dan Meiza Ditunda

Lewat preskon di hadapan awak media, Eza mengungkapkan permohonan pada sang bunda. Ia meminta Ruch membuka hati dan merestui pernikahannya dan Meiza.

eza-gionino6.jpg

“Yang saya harapkan cuma satu, ma tolong buka hatinya sedikit saja, sedikit saja. Buat saya, buat Eza. Eza anak mama, mama tahu kayak gimana sayangnya Eza. Eza nggak pernah dendam sama mama. Pernah marah-marah sama mama? Nggak. Terakhir saya mau pergi dari rumah, karena di saat terakhir kali saya bilang, 'Ma, Eza mau nikah sama Eca', mama langsung marah. Wajar, maklum ya, kita pasti semua punya ibu, ibu itu semakin tua kembali seperti anak kecil lagi. Saya berusaha untuk mengerti. Karena saking sayangnya saya sama mama, saya dua tahun berjuang untuk menyatukan mama dan Eca. Dua tahun bukan waktu sebentar dan selama dua tahun itu saya harus bekerja dan banting tulang untuk keluarga. Selama di pekerjaan saya harus senyum. Berat itu, berat sekali. Ditambah lagi saya bekerja, saya disebut anak durhaka. Durhaka yang seperti apa? Mungkin di mata orang lain saya meninggalkam ibu saya gitu saja. Tapi apa kalian tahu seperti apa rasanya dan kenyataannya? Saya baca hujatan-hujatan itu di handphone saya dan saya harus terima dengan lapang dada. Saya bukan nabi, saya masih manusia,” tutup Eza. O ian/nov