Chinese Zodiac akan menjadi film Jackie Chan yang ke 101. Setelah project ini Jackie Chan memutuskan untuk pensiun di dulia peran dan bekerja di belakang layar. Tetapi dulia perfilman tidak akan jauh dari nya, Jackie Chan akan sibuk dengan sekolah acting yang di dirikan nya beberapa tahun silam dan juga mengelola sebuah agency artis.
Film ini di buka dengan narasi yang menceritakan negara China yang di invasi oleh pasukan Inggeris pada tahun 1860. Selain menjajah China, pasukan Inggeris juga mencuri banyak benda-benda bersejarah peninggalan negara China, termasuk 12 potongan patung kepala binatang yang mewakili 12 figur astrology China. Benda yang ratusan tahun lalu ini di sangka telah musnah, secara perlahan mulai muncul di berbagai rumah pelelangan dulia dengan harga yang setinggi langit di akibatkan oleh banyak kolektor dan pemburu barang-barang antik dari berbagai penjuru dulia.
Seperti film-film Jackie Chan yang sebelumnya bergenre komedi, Jackie Chan masih mengunggulkan aksi kocak nya disini. Mungkin karena aksinya tidak banyak perubahan dari film-film sebelumnya membuat penonton sedikit bosan dengan aksinya. Banyak hal-hal yang tidak masuk akan dalam film ini sehingga membuat penonton tertawa geli. Tetapi jika kita gali lebih dalam, film ini adalah merupakan ide Jackie Chan yang paling brilliant.
Dalam film ini Jackie Chan berprofesi sebagai pemburu harta karun yang bekerja dengan pengusaha terkenal bernama Lawrence Morgan (Oliver Platt). Morgan sangat berkeinginan untuk mengumpulkan ke 12 kepala binatang tersebut. Terdengar sangat menggelikan kenapa sangat berkeinginan untuk mengumpulkan benda hanya untuk di koleksi bukan di uangnya. Guys, It’s not American Movie but It’s Chinese Movie…
Jackie Chan menggambarkan sifat orang China di film ini, perlu Anda ketahui bahwa orang China sangat gila mengumpulkan barang berharga dan hanya menimbunnya di sebuah ruangan. Berbeda dengan orang Amerika yang gemar mengejar million dollar.
Dalam pekerjaannya JC (Jackie Chan) dibantu oleh tiga orang kawannya (Kwong Sang Woo, Zhang Linxin dan Liao Fan). Mereka adalah kelompok perampok yang memiliki hati, dalam setiap aksinya selalu di selingi dengan drama rumah tangga, air mata , dan kisah cinta. Mungkin Jackie Chan sudah kehabisan akal dalam membuat project film terakhirnya, maka dari itu Ia menyelipkan semua unsur film di dalamnya, komedi, action dan juga love story.
Dalam petualangannya merampok, JC bertemu dengan Coco (Yao Xingtong) seorang wanita peneliti yang berniat untuk mengumpulkan seluruh benda bersejarah asal China dan mengembalikannya ke negara asal. Coco adalah salah satu karakter yang berperan serius dan sangat berperasaan, bisa di bilang karakter Coco lah yang menolong film ini berjalan normal dan bukan hanya sekadar kekonyolan belaka.

Banyak pengamat film yang mengatakan film ini terlalu complicated dan sangat tidak masuk akal, mereka pastinya tidak memahami benar orang China dan pesan Jackie Chan. Ada sebuah scene dalam sebuah kapal besar dimana mereka harus menghadapi perompak yang berkostum seperti johnny depp dalam “Pirates and The Carrabian”, dan Jackie Chan bersama kelompoknya berbicara Mandarin ketika Johnny Depp palsu berbicara bahasa Inggeris. Hal ini sangat mengherankan penonton, Jackie Chan sebenarnya membandingkan orang Amerika dengan orang China. Bahasa Inggeris dikenal sebagai bahasa International, dan kini zaman telah berubah bangsa China telah berkembang pesat menyaingi orang Amerika. Bahasa Mandarin kini juga adalah bahasa International. Hal ini di buktikan dengan JC membuat adegan ketika anak buah Johnny Depp yang berkulit hitam lancar berbahasa Mandarin.


Beberapa adegan konyol lainnya adalah kelompok Jackie Chan selalu menyanyikan lagu mereka “Money, money, money”, ini lah yang ada di pikiran orang China “everything is about money, no matter how the get the money”. Dan lagi, untuk ke sekian kalinya terdapat dialog “We’re so lucky” and why is that?? Orang China selalu mengandalkan hoki (keberuntungan) dalam hidupnya. Akhir dari film ini, Jackie Chan berada di pabrik barang tiruan milik bosnya, disini Anda akan melihat cara kerja orang China dalam meniru barang buatan Italy, dan lain-lain. Tentunya Anda tahu bahwa China terkenal dengan bisnis barang tiruan dengan hasil kemiripan 90%, dengan kualitas rendah dan harga yang murah. Dan sekali lagi, Jackie Chan ingin menunjukkan kepada dunia keunggulan bangsa China.
Chinese Zodiac di tutup dengan aksi Jackie Chan terjun bebas di atas gunung volcano untuk menyelamatkan kepala binatang terakhir yang berbentuk naga. Kaum naga sangat di agungkan oleh bangsa China, karena melambangkan power yang tak terkalahkan dan sumber hoki. Disini Jackie Chan akan mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkan kepala Naga yang tidak berhasil di lelang. Bagi orang china jika salah satu kepala binatang ini hancur, makan astrologi China akan berantakan.
Tidak hanya berperan sebagai produser, sutradara, aktor maupun penulis naskah bagi Chinese Zodiac, Jackie Chan juga ambil bagian dalam berbagai bagian teknis pembuatan film ini seperti penata sinematografi, komposer, koordinator pemeran pengganti hingga koordinator catering. Cuminity, film ini memang mungkin bukan film the best of the year atau the best of Jackie Chan, tetapi film ini sungguh entertaining dan terlebih lagi Anda bisa tahu keunggulan orang China. Jackie Chan sungguh jenius menggambarkan orang China licik, lucu, maju tak gentar dan juga berperasaan. Good Job Chan :)
(cumicumi@nev)
Directors: Jackie Chan
Writers: Jackie Chan
Stars: Jackie Chan, Kwon Sang-woo, Laura Weissbecker
Category: Action, Comedy Drama
Sebut Ahok Cina, Farhat Abbas Jadi Tersangka Farhat Abbas ditetapkan sebagai tersangka terkait ucapannya di media sosial. Dalam kicauannya, Farhat menyebut Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahok, Cina. Jumat (24/05), Kepolisian Daerah Metro…
G-Dragon Tak Habis Ide untuk Tampil Unik Salah seorang personel Big Bang, G-Dragon dikenal tak pernah kehabisan ide untuk tampil unik. Soal itu, G-Dragon berbagi tipsnya.
Syahrini tampil tak biasa. Ia memakai gaun yang terbuat dari aluminium foil. Untuk membuat gaun itu, Syahrini menggandeng perancang busana…
- Twitter
- Facebook
Follow @CumiTweet