Welcome, Join Us Here

Depresi Bareng "Everything Must Go"

Tue 12 2011

Kalau kamu pikir selama ini kamu sering mempunyai hari buruk yang menyebalkan, coba kamu bayangkan bila berada di posisi Nick Hansley (Will Ferrell) yang mendapatkan sekaligus sejumlah malapetaka dalam satu hari: 

dipecat oleh perusahan setelah dedikasi selama 20 tahun bekerja disana, ditinggalkan istri yang mengubah semua kunci pintu rumah, rekening uang yang dibekukan, serta semua barangnya dibuang dan ditumpuk di halaman depan.

That's quite a horrible and miserable day, right?
 


Film 'Everything must Go' garapan sutradara dan penulis naskah Dan Rush ini sangat memerlukan seorang aktor yang dapat dengan kuat menggambarkan sebuah karakter yang shock dan depresi atas nasib buruknya hingga terpuruk dalam waktu yang sangat singkat. Sang sutradara memilih Will Ferrell sebagai pemeran karakter melankolis tersebut.

Namun, walau sebetulnya Ferrell lebih familiar dikenal sebagai seorang komedian dengan trademark komik yang sangat kental, debut-nya di film 'Stranger Than Fiction' (2006) membuktikan bahwa dirinya mampu memerankan karakter yang lebih dramatis. Namun sayang, tema utama dalam film 'Everything Must Go' tentang eksplorasi jati diri untuk menyembuhkan dari rasa deperesi ini kurang di tersampaikan dengan baik, entah karena Ferrell tidak memberikan pertunjukan yang maksimal, atau pengarahan yang salah oleh sang sutradara.

Namun kelemahan yang paling krusial dalam film ini adalah genre film-nya yang tidak bisa dipastikan: apakah sebuah black comedy, atau emang sekedar film drama? Will Ferrell sebagai pemeran utama tentunya memberi suasana komedi berkat ekspresi tubuh dan mukanya yang sangat mengundang tawa. Namun secara keseluruhan, film ini mempunyai vibe yang turut ikut mengajak penonton menjadi depresi melihat nasib mantan alkoholik Nick Hansley yang telah kehilangan segalanya hingga 'menyerah' hidup.

Perlahan-lahan, Nick mulai melihat kembali perjalanan hidupnya serta kesalahan-kesalahan yang pernah ia lakukan selama ini. Bertemu dengan tentangga baru Samantha (Rebecca Hall) serta bocah bernama Kenny (Christopher J. Wallace), Nick perlahan-lahan mulai menyadari apa yang harus ia lakukan untuk melanjuti hidup ini sambil menjual barang-barangnya yang tergeletak di halaman depan rumahnya.
 


"Everything Must Go" menceritakan kisah yang sangat menarik tentang krisis depresi dan self discovery dengan sedikit sentuhan humor, namun hati-hati jangan sampai ikut terbawa suasana melakolis tersebut. Terkadang anda pasti tak dapat menahan untuk tertawa, namun pada akhirnya jadi merasa kasian melihat ekspresi sang karakter utama. But don't worry, it ends with a happy ending. 

Directors: Dan Rush

Writers: Dan Rush, Raymond Carver

Stars: Christopher Jordan Wallace, Rebecca Hall, Will Ferrell

Category: Drama, Dark Comedy

blog comments powered by Disqus

Local Buzz

Worldwire

Photos

Lega. Mungkin kata tersebut cocok untuk menggambarkan perasaan Anang Hermansyah dan Ashanty yang  telah resmi menjadi sepasang suami istri. Setelah…

 
 
more