Welcome, Join Us Here

Hesher: Melawan Duka Dengan Agresif

Fri 12 2011

Psikiater asal Swiss, Elisabeth Kübler-Ross, pernah menjelaskan dalam bukunya "On Death and Dying" bahwa manusia akan melalui 5 tahap dalam menangani kepedihan duka cita atas tragedi kematian seseorang yang dekat. 

Yang pertama adalah penyangkalan sebagai suatu sikap pertahanan diri. Kedua adalah kemarahan yang mempertanyakan kenapa tragedi tersebut terjadi. Ketiga adalah permohonan dan negosiasi yang merelakan dirinya untuk melakukan apapun untuk mengubah masa lalu. Keempat adalah depresi dimana pengertian mengapa tragedi tersebut terjadi. Kemudian yang terakhir dan paling penting adalah keikhlasan atas hal yang terjadi pada dirinya.

Memang, duka cita adalah suatu perasaan emosional yang rumit, kompleks, serta menyiksa namun sangat alamiah dan tetap harus dilalui. Terkadang manusia memang sulit untuk menerima keadaan yang di luar kendali dirinya, sehingga duka cita sering memakan jati diri sampai kepribadian pun dapat berubah pada akhirnya. Namun apakah ada cara yang pasti untuk melalui duka cita atas kematian orang yang berarti bagi diri kita? Bagaimana dengan anak-anak yang terlalu muda untuk melalui proses itu semua?
 


  

Dalam film "HESHER" sutradara dan penulis Spencer Susser berusaha untuk mengangkat tema tersebut, dimana seorang bocah T.J (Devin brochu) telah kehilangan ibunya di sebuah kecelakaan lalulintas. Ayahnya, Paul (Rainn Wilson), yang seharusnya bersikap lebih tegar justru hanya bisa putus asa dan tidur seharian menunggu rasa pedihnya pergi. 

Pada suatu hari,
T.J. keluyuran bermain sepeda ke sebuah lokasi pembangunan dan tiba-tiba terjatuh. Mengamuk, ia melempar batu kesebuah rumah rongsokan, namun tak terduga ternyata rumah tersebut dihuni seorang pemuda bernama Hesher. Hesher (Joseph Gordon-Levitt) langsung mengejar T.J. dan mengancam nyawanya atas perbuatannya. 

T.J berhasil melarikan diri, namun ketika ia sampai di rumah sang nenek Madeline (Piper Laurie), ternyata Hesher sudah menunggunya dan memaksa untuk tinggal disana. T.J. yang ketakutan tidak bisa berbuat apa-apa, sedangkan ayahnya tidak peduli, dan sang nenek terlalu baik hati. >>>

Perlahan-lahan terjalin hubungan dekat antara T.J. dan Hesher, namun bukan pertemanan yang normal, karena Hesher adalah seorang sosok pemuda penggemar musik metal yang tak peduli dengan dunia, senang menantang bahaya, dan terkadang sangat egoistis. Ia mempunyai tattoo jari tengah di punggungnya dan tattoo kartun bunuh diri di depan tubuhnya. 

In short, he's an a**hole, tapi bukan berarti dia adalah orang yang berhati jahat.

Semakin erat pertemanan mereka, Hesher justru secara tidak langsung telah menjadi seorang mentor untuk T.J. dalam menghadapi dunia walau terkadang caranya tidak konvensional. Ia rela melihat T.J. digebuki preman di depan matanya, namun setelah itu Hesher membakar mobil preman tersebut.

 


Pendekatan sang sutradara Spencer Susser dalam mengangkat tema duka cita sebetulnya sangat menarik dan unik. Daripada mencoba menangani depresi dengan lembut...

Hesher disimbolisasi sebagai sebuah kekuatan yang mengkonfrontasi duka cita dengan cara yang lebih agresif.

Namun sayangnya konfrontasi tersebut kurang digarap dengan mendalam dimana Hesher hanya menjadi karakter yang hanya mempunyai sisi sebatas satu dimensi.

Padahal, Joseph Gordon-Levitt (Inception, 500 Days of Summer) adalah aktor yang sangat handal dan berbakat, namun kemampuannya terpaksa harus terbatas dengan konsep karakter Hesher. Selain Gordon-Lebitt, juga ada Natalie Portman yang berperan sebagai Nicole yang pendiam dan lemah. Portman memberikan pertunjukkan yang cukup baik, namun karakternya juga kurang mempunyai poros yang penting dalam mendorong alur cerita.

Dengan pendekatan tema yang sangat menantang, Hesher adalah film yang akan membuat penonton tercengang dengan sikap-sikap Hesher yang tidak ortodoks. Metalheads (penggemar musik metal) tentunya akan sangat menikmati film satu ini. (cumicumi@wish)

Directors: Spencer Susser

Writers: David Michôd, Spencer Susser

Stars: Devin Brochu, Joseph Gordon-Levitt, Natalie Portman, Piper Laurie, Rainn Wilson

Category: Drama

blog comments powered by Disqus

Local Buzz

Worldwire

Photos

Lega. Mungkin kata tersebut cocok untuk menggambarkan perasaan Anang Hermansyah dan Ashanty yang  telah resmi menjadi sepasang suami istri. Setelah…

 
 
more