Editorial Says Tue 02 2012

TOPIC : SCANDALICIOUS PUBLIC FIGURES

 
 

Menjadi seorang publik figure memang bukanlah suatu pilihan hidup yang mudah. Menghadapi kenyataan bahwa setiap gerakannya terlihat transparan dan mudah dipantau oleh masyarakat, kehidupan seorang publik figur nyaris tidak memiliki privasi bagi diri mereka sendiri. Memang jika pada umumnya profesi yang menunjang status 'publik figur' adalah berkat popularitas sebagai selebriti, kehidupan mewah yang mereka jalani memang terlihat sangat menggiurkan. Namun, apabila semua kegiatan yang dilakukan pasti akan menjadi pembicaraan umum, baik dinilai dari perbuataan yang terlah terjadi maupun terbentuknya opini-opini masyarakat yang bernada curiga, kehidupan publik figur tidaklah selalu menyenangkan, bahkan, dapat dibilang melelahkan.
 


Namun apakah dan bagaimanakah seorang individual dapat dinyatakan menjadi seorang 'publik figure'? Di tengah masyarakat pun, masih terdapat pengertian yang berbeda-beda tentang sosok arti 'publik figur' yang sesungguhnya.  Sebagai sebuah negara yang menjunjung tinggi moral-moral Pancasila untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari, banyak yang berpendapat dan berharap bahwa seorang 'publik figur' adalah seorang individual yang harus dapat mewakili pendapat, kemauan, keinginan, perasaan dan arah tujuan dari publik yang diwakilinya. Pemikiran seperti ini tentunya sangat membebankan sosok 'publik figur' untuk memegang kewajiban-kewajiban sebagai sosok tolak ukur norma-norma kesusilaan, agama, dan hukum dalam kehidupan bermasyarakat hingga meletak dirinya menjadi suri tauladan bagi publik. Namun, walaupun seorang publik memang sering menjadi 'idola' masyarakat,  bukankah ini suatu demand yang terlalu berlebihan untuk diminta dari seorang manusia yang wajarnya memang mempunyai kekurangan? 

Jalan yang ditempuh seseorang manusia untuk menjadi seorang 'publik figur' pun sebetulnya sangat beragam dan bervariasi berdasarkan dari kemampuan dibidang mereka masing-masing. Seorang individual dapat menjadi 'publik figur' lantaran dikenal mempunyai skill khusus dalam bidang entertainment sebagai aktor, aktris, penyanyi atau musisi, maupun bidang yang lebih 'serius' seperti kegiatan politik dan sosial. Popularitas mereka dibidang masing-masing akhirnya adalah pemicu yang menobatkan mereka sebagai seorang 'publik figur', namun, yang harus dipertanyakan adalah: apakah semuanya mempunyai tujuan awal untuk menjadi seorang 'publik figur'? atau apakah 'publik figur' justru adalah status yang masyarakat 'bebankan' kepada individu-individu yang berhasil sukses dibidangnya? Sayangnya, pertanyaan seperti ini memang tidak mudah dijawab, apalagi kerap terjadi dimana seorang selebrita sering menyalahgunakan status 'publik figur'-nya untuk kepentingan pribadi yang merugikan pihak lain. Ya kan?
 


Dalam pemberitaan selebrita,  sering kali kita mendengar terjadinya kasus dan skandal yang mengejutkan masyarakat umum. Bahkan, masyarakat pun sering terheran dengan tingkah laku para selebriti yang seharusnya mengetahui dirinya sudah menjadi konsumsi tontonan publik. Entah memang sengaja atau tidak untuk mencari sensasional, namun tindakan mereka dan tanggapan masyarakat adalah faktor-faktor yang membentuk definisi apakah artinya menjadi seorang publik figur. Skandal yang kini tengah populer diperbincangkan seperti contohnya kasus korupsi Angelina Sondakh yang meluas hingga masalah perkawinannya dengan almarhum Adjie Massaid adalah kejadian yang sangat dapat berpengaruh tentang pengertian masyarakat mengenai sosok 'publik figur.' Apakah ketenaran mereka merupakan faktor yang mengharuskan mereka menjadi teladan bagi masyarakat? Apakah popularitas mereka adalah alasan masyarakat untuk dengan mudahnya 'menghukum' segala gerak-gerik mereka? Atau apakah mereka hanyalah manusia biasa yang mempunyai kekurangan?
 


Semoga artikel dan video pemberitaan selebriti yang terdapat dalam web portal cumicumi.com ini dapat menjadi suguhan yang berguna untuk kita semua, dimana pengunjung bisa mengambil hikmah dan arti kehidupan dari perjalanan para artis-artis tersebut. Ilmu bukanlah suatu hal yang hanya kita terima dari edukasi formal, namun, dapat kita pelajari dari mempelajari kehidupan orang lain. 

Supported By :

Infotainment unggulan peraih 5 Piala Panasonic Gobel Award ini disiarkan secara langsung di RCTI setiap hari mulai pukul 17.30 WIB hingga satu jam ke depan. Menggunakan konsep gothic dan selalu menyajikan berita secara eksklusif membuat tayangan Silet mempunyai ciri khas. Kerap menyuguhkan berita-berita misteri yang dikemas secara apik dalam Cumi Misteri. Maka berita yang dianggap tabu menjadi layak dan patut untuk diperbincangkan. Dan semua itu hanya bisa ditemukan di Silet karena akan dikupas secara tajam setajam Silet!

Menemani akhir pekan yang indah, terasa kurang tanpa menyaksikan tayangan Infotainment Hot Shot yang disiarkan di stasiun SCTV dari hari Jumat hingga Minggu, mulai pukul 09.00 WIB hingga satu jam ke depan. Beberapa kali menjadi nominasi ajang Panasonic Gobel Award, Hot Shot selalu menyajikan berita selebritis Tanah Air terkini. Dengan nuansa santai, maka Hot Shot bisa menemani kebersamaan Anda bersama keluarga tercinta. Sebab Hot Shot selalu menguak sisi lain di balik berita dan fenomena

Hadir setiap pagi mulai pukul 06.00 WIB hingga 07.00 WIB di stasiun milik kita bersama, SCTV, infotainment Was-was seolah menyegarkan pikiran Anda dengan menyajikan berita-berita terkini selebritis Tanah Air. Dengan mengusung konsep ceria di pagi hari, berita yang disajikan Was-Was bukan sekedar berita. Terasa kurang jika mengawali aktivitas tanpa menyaksikan Was-Was terlebih dulu. Jadi jangan kemana-mana sebab Anda patut Was-Was sebelum menyaksikan Was-Was!

Pendatang baru di dunia selebritis Tanah Air, namun bukan berarti Intens tak menjadi yang yang terdepan. Selalu menyajikan berita secara khusus membuat suguhan berita menjadi lebih dramatis, hanya bisa ditemukan di infotainment Intes. Hadir setiap hari di RCTI mulai pukul 11.00 WIB hingga 12.00 cocok menemani makan siang Anda sebelum kembali beraktivitas. Karena Intens menyajikan berita terkini, terpercaya, teraktual dari sebuah peristiwa, secara Intens!

Smaragama, pada mulanya ditulis dan dimaksudkan juga sebagai daya tarik untuk memikat pembaca PRO-TV—sebuah tabloid yang di bidani bersama Arswendo Atmowiloto. Meski cuma bertahan terbit selama dua tahun, 1999 s/d 2000, sejumlah tabloid nasional yang beredar saat itu serta-merta mengekor jurnalisme visual PRO-TV. Dan selama dua tahun itu pula Kitab Smaragama menjadi rubrik yang paling disukai pembaca PRO-TV. Jauh sebelum Smaragama ditulis, tentu saja sudah banyak artikel tentang seks yang dipublikasikan media massa. Sebagian dikemas dalam bahasa ilmiah populer, sebagian digelar vulgar berikut gambar. Cara penyampaiannya juga beragam—tanya jawab, esai, kisah nyata, berita, fiksi atau parade foto lher. Lantaran ingin menyajikan sesuatu yang “baru”, setidaknya berbeda dari yang sudah ada, Smaragama memilih prosa liris sebagai format penulisan. Smaragama, memang bukan satu-satunya buku seks di dunia. Tapi, selain Kamasutra yang diperkirakan terbit sekitar tahun 322-298 Sebelum Masehi,  bisa jadi hanya Smaragama satu-satunya prosa liris tentang seks. Seks, apa boleh buat, selalu lebih menarik daripada bukan seks. Dan seks yang dituturkan dengan prosa liris, ternyata juga bisa puitis (dan lucu)—terutama bisa menampik istilah klise atau idiom vulgar yang menghina kecerdasan.

 

Untuk menjadi contributor editorial cumicumi, contact ke editorial@cumicumi.com

Hello, get to know us

If I was a celebrity...
Eindy Harsanto

Managing editor

Yang berkarakter dan digandrungi... ehem... cewek. Seperti Johnny Depp! :D

Radhytia Arghawisha

Senior editor

Kalau gue selebriti, gue bakal cuek dengan opini media dan masyarakat. Yang penting gue bisa menghasilkan karya-karya yang spektakuler. Bukan hanya banyak nongol di televisi.

Trivina Oktasari

News editor

Yang sensasional dong. Nggak hanya sensasional dalam hal kehidupan pribadi, tapi juga sensasional dalam karya. Kayak Maia Estianty gitulah..

Zaty Rosewin

Lifestyle editor

pengen jadi selebriti serba bisa, nggak cuma bisa tampil, tp juga bisa adu otak... yaahh model2 cinta laura yg bisa kuliah double degree kali yaahh

Budi Rachman

Video editor

Sensasional doong.. kayak Ki Joko Bodo, David Copperfield, Sumanto dll. Yang bisa eksis karena mampu membentuk mitos di benak masyarakat dengan kemampuan magisnya (trick).

Arie W. Subagja

Programmer

Kayaknya sih gw bakalan lebih ke 'sebodo amat opini orang', yg penting gw bisa berkarya di bidang yg gw tekunin.

Muh. Hilman

Web Designer

jadi seleb yang cueekkk....soal nya status seleb gw cuma di TV sama Panggung doank...lepas dari itu gw cuma orang biasa