Selebriti idola selalu ada di hati. Apa salahnya berbagi kisah pengalamanmu bersama selebriti. Siapa tahu bisa menginspirasi sesama. Kirim naskah, foto atau video ke alamat redaksi cumi di editorial@cumicumi.com
|
Cumi...
Hmm..., pokoknya suami idola deh. Tapi nggak tahu ya kalau diam-diam ternyata Pasha suka ringan tangan alias suka mukul Okie. Tapi pasti kan ada sebabnya. Tapi ya udahlah, aku nggak mau ngomongin soal itu. Yang aku pengen cerita lebih gimana aku akhirnya ketemu idolaku, Pasha yang guanteng itu. hehehe....maaf ya, di TV aja kelihatan kalau Pasha ganteng... dan aslinya....lebih guanteng. percaya deh! |
||||||||||||
|
Pertemuan aku sama Pasha dimulai dari salah satu sahabatku yang kerja di sebuah rumah produksi. Waktu itu dia nawarin, mau nggak ketemu sama idolaku. Aku tanya siapa? Dia langsung bilang...
idola lo Waaahhh, aku langsung aja bilang iya, ngganggukin kepala. Saking senengnya aku cuma bisa bilang iya. Abis itu aku diem, bingung mikirin gimana mungkin bisa ketemu Pasha. Kalau pun pernah selama ini cuma dalam mimpi. Itu pun selalu keputus karena setiapkali mau ketemu udah kebangun lebih dulu. Huh! Aku coba tidur lagi cari mimpi itu, eh udah ganti mimpi lain. Bukannya ketemu Pasha, malah ketemu Budi Anduk! Sebel, kan?! Kembali ke soal A'a Pasha (idiiiihhh...A'a), akhirnya diaturlah aku bisa ketemuan sama Pasha. Malam harinya aku sampai nggak bisa tidur. Bingung mikirin mau pakai baju apa, make up-nya gimana, pakai sepatu apa. >>> |
| | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | |
ADUUUUH! bingung mikirinnya. beneran. Kalau cuminity jadi aku, pasti bisa ngerasain apa yang kurasain. Malam itu aku bener-bener nggak bisa tidur. sueerrr deh! Singkatnya, pagi itu sekitar bulan Oktober 2010, aku udah siap. Buat aku, itu penampilan terkeren yang pernah aku bikin. Memang nggak ada yang baru sih, tapi rasanya dandananku udah yang paling cihuy deh. Aku udah ngerasa yang paling cantik, setidaknya yang terbaik di depan Pasha, idolaku. Itu yang paling penting.Nah, kalau udah ketemu Pasha, aku mau ngapain ya? Meluk, nyium, ataufoto bareng? atau... AH! semuanya buyar. Temenku sudah keburu jemput. Soal gimananya ketemu Pasha, liat nanti aja deh.Selama di mobil, biar nggak ngerasa deg-degan, aku coba ngobrol sama temen-temen sahabatku itu. Tapi nggak tahu kenapa, pikiranku nggak bisa ngilangin dari bayang-bayang wajah Pasha, yang akhirnya jadi deg-degan lagi deh. Huu! emang susah kalau mau ketemu seseorang yang kita suka. Belum lagi kalau ternyata dia nggak suka ngeliat kita.jangan-jangan Pasha sombong, sikapnya dingin, cuek. HUH! kalau bayangin gitu, sepertinya aku kepengen mundur aja, batalin ketemu Pasha. Biar aja aku mengenal Pasha dari jauh, dari televisi, atau lewat mimpi yang selalu tertunda, daripada aku kenal aslinya yang takut aku bayangin. |
||||||||||
|
|
||||||||||||
|
Tapi semua sudah telanjur.... Sahabatku ngagetin aku dengan ngasih tahu kalau kita sudah sampai di rumah Pasha. Eh, bukan rumahnya, tapi sebuah studio musik di kawasan bogor. Bentuk bangunannya seperti ruko. Di lantai bawah ada restonya. Kata sahabatku, ini juga restonya Pasha. Wah, Pasha hebat ya...biar udah udah terkenal masih mau buka restoran.Hhmm... Di resto itu ada penerima tamu. Mereka bilang Pasha sedang keluar sebentar. Kita semua disuruh nunggu. Huh, aku makin sebel. Bukan sebel karena disuruh nunggu, tapi sebel karena semakin lama nunggu, semakin lama juga aku deg-degan. Kan capeeekkk.. Aku minum segelas orange juice. Mudah-mudahan dinginnya bisa ngilangin rasa deg-degan yang nggak penting ini. Mataku ngeliatin seluruh isi ruangan. Di beberapa dinding terpampang foto Pasha. Hmm..., cowok ini memang ganteng ya. Aku suka... titik. |
||||||||||||
|
Lalu..... Tau ah gelap! toh aku cuma gadis biasa, yang awalnya cuma kagum karena melihat tampanannya. Tapi siap nggak ya kalau aku melihat sosok dan sifat Pasha nggak seperti yang aku bayangkan? Ah.., kali ini benar-benar aku pengen mundur untuk bertemu Pasha. Aku pilih melihatnya dari kejauhan, dari TV, dari mimpi, atau dari mana saja yang penting aku nggak mau melihat dia dari jarak dekat. Biarlah Pasha menjadi bintang yang susah aku raih, kalau pilihannya ternyata bintang itu tak seindah dilihat dari kejauhan. Aku nggak mau itu. Aku pengin melihat Pasha seperti bintang dengan kilaunya yang indah, cuma itu. >>> |
Padahal aku sudah semalaman susah tidur, bingung mikirin mau pakai baju apa, dan dibikin repot dengan segala hal, sampai aku deg-degan dan ngerasa lelah. Tapi kok seenaknya sekarang malah ngebatalin janji.
Huh.. Mendingan aku kenal dia dari jarak jauh, dari TV, dari mimpi. Nggak seperti sekarang, dia baru batalin ketemu aja aku sudah sakit hati. |
|||||||||||
|
||||||||||||
|
Huuuu...sedih. kecewa, marah, sebel, kesel sama Pasha, juga sama sahabatku yang memberi janji palsu bisa ketemuin aku dengan Pasha, yang ternyata semua batal hanya gara-gara mendadak ke studio rekaman. Huh! |
||||||||||||
|
|
||||||||||||
|
Aku Letih.
Jalanku dipapah oleh sahabatku dan teman-temannya. Aku merasa payah. Kenapa juga hanya demi dan batal bertemu Pasha seperti menghabiskan seluruh jiwa ragaku. Tubuhku bener-bener lunglai, seperti tak bertulang. Untuk membuka pintu mobil saja aku sudah seperti tak punya tenaga ekstra. Apalagi harus menggeser berat badanku di jok mobil. Siang itu, aku seperti mendadak demam. Semuanya hanya gara-gara batal bertemu sang idola. |
Aku penasaran. Dilihat dari pakaiannya, cowok itu nggak pantes jadi tukang parkir. Bajunya bagus, kulit jarinya juga yang menyembul dari ujung jaketnya juga kelihatan putih dan terawat. Aku makin penasaran. Dan tiba-tiba rasa penasaranku bikin aku punya tenaga baru untuk turun dari mobil. Semua mencegahku.
Aku nekat turun. Secepat kilat aku berdiri di samping si tukang parkir. Aku langsung aja bertanya, kamu siapa? eh, bukannya menjawab, si tukang parkir itu malah membelakangi aku. Aku bergeser ke samping tubuhnya, penasaran pengen melihat wajahnya, eh dia malah bergeser terus, menghindar. Aku tarik lengan jaketnya, saat itulah aku ingin berteriak.
Kamu pasti nggak percaya siapa si tukang parkir itu. Ya, si tukang parkir itu adalah cowok yang selama ini baru aku kenali dari suaranya. Ya, si tukang parkir dengan jaket warna hijau army yang kelihatan keren dengan jemari tangan yang terawat rapi itu nggak lain adalah.....PASHA UNGU!
|
|||||||||||
|
||||||||||||
|
Siang itu... aku habiskan waktu untuk berdua sama Pasha. Dia bertanya soal latar belakang keluargaku. Aku suka, bukan cuma aku yang pengen tahu soal dia, tapi ternyata dia juga kepengen tahu soal keluargaku. Ya, Pasha yang aku kenal ternyata lebih ramah dari yang kubayangkan. Dan sepanjang hari itu, selama 2 jam tepatnya (tapi kok terasa sepanjang hari, ya?), aku habiskan waktu untuk ngobrol sama dia. Kita makan bareng, suap-suapan, minum orange juice berdua, semuanya cuma berdua. Sekali lagi aku senang. Aku bahagia, lebih dari yang kuduga. Dan aku tak melewatkan sesi foto-foto berdua dalam berbagai pose. |
||||||||||||
|
Foto yang bisa kujadikan bukti buat anak cucuku (Ah, masih terlalu jauh ya untuk punya anak cucu Hihihihi....), yang menjadi kenangan tak terlupakan, sampai nanti. Dan waktu terus bergulir. Nggak terasa aku harus berpisah, dan kali ini Pasha benar-benar harus masuk studio rekaman ditunggu personil Ungu lainnya. Nggak apa-apa. Dua jam sudah membuatku puas, meskipun kalau boleh memilih aku ingin menemaninya ke studio. Aku memang bukan Cliquers, tapi aku adalah Pashalicious.... |
| | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | |
Di akhir perpisahan, Pasha memelukku, membisikkan sesuatu, "Kapan-kapan kita ketemu lagi, ya?" Ah, aku cuma bisa mengangguk. Kalau aku leluasa bicara, pasti aku sudah teriak, "Mauuuuuu..." Kemudian Pasha mencium keningku, huff....romantis sekali. Gimana cewek-cewek nggak 'gemeter' diperlakukan seperti itu. Atau mungkin cuma aku, karena aku terlalu memujanya. Dan sepanjang perjalanan pulang, aku nggak berusaha menghapus keningku dari keringat yang mengucur. Biarlah bekas kecupan itu terus menempel, meninggalkan jejak kenangan yang manis. |
||||||||||
Kevin Buka Lowongan Personel Princess Kevin Aprilio mencari pengganti Rachel Octavia, personel Princess yang resmi mengundurkan diri, Senin (20/05). Putra Addie MS dan Memes itu memiliki kriteria khusus bagi wanita…
Ghostbusters 3 Mulai Syuting 2014 Sekuel ketiga film Ghostbusters kabarnya memulai proses syuting pada 2014. Kabar ini diperoleh dari pengakuan salah satu pemainnya, Dan Aykyord.
Menjelang ulang tahun cumicumi.com yang ke-4, berikut adalah foto-foto pada saat lauching cumicumi.com yang berlangsung di D'bar cafe, Pondok Pinang,…
- Twitter
- Facebook
Follow @CumiTweet