Profile

 

Nama Lengkap: Ignatius Bagaskoro Katon
Nama Beken: Katon Bagaskara
Tempat Lahir: Magelang, Jawa Tengah
Tanggal Lahir: 14 Juni 1966
Profesi: Penyanyi, Produser Musik
Orangtua: AR. Djuano (ayah) dan Agnes Sumarsih (ibu)
Pasangan: Ira Wibowo (1996 - 2013 cerai)
Anak: - Chika Putri Bagaskara (lahir 9 Juni 1993)
- Andhika Radya Bagaskara (lahir 28 Agustus 1997)
- Mario Arya Bagaskara (lahir 28 Agustus 2002)
Saudara Kandung: Andre Manika (kakak), Nugie (adik)

Katon Bagaskara. Nama musisi yang satu ini sedang ramai diperbincangkan. Bukan soal karyanya di industri musik, melainkan kehidupan rumah tangganya. Belakangan beredar kabar Katon dan sang istri Ira Wibowo bercerai. Berita ini tentu amat mengejutkan. Sebab, rumah tangga Katon-Ira sepertinya adem ayem saja, alias tak pernah ada cekcok. 

Namun sekalinya berembus kabar, mereka sudah resmi bercerai. Benarkah itu? Bahkan isunya, pasangan yang menikah 28 Oktober 1996 resmi cerai sejak Desember 2012 silam. Hal itu diungkapkan Humas Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Mangapul Girsang saat dihubungi melalui sambungan telepon.
 
Ira menggugat cerai vokalis Kla Project itu pada 25 September lalu dengan nomor perkara 399/Pdt.G/2012/PN Jakarta Utara. Soal alasan keduanya bercerai, hingga kini masih belum diketahui. Sebelum menikahi Ira, Katon pernah menikah. Dari pernikahan pertamanya, Katon dikaruniai seorang putri bernama Chika Putri Bagaskara (lahir 9 Juni 1993). Sedangkan pernikahannya dengan Ira dikaruniai dua anak, Andhika Radya Bagaskara (lahir 28 Agustus 1997), dan Mario Arya Bagaskara (lahir 28 Agustus 2002).
 
Katon Bagaskara lahir di Magelang, Jawa Tengah, 14 Juni 1966. Namanya mulai dikenal di Tanah Air sejak menjadi vokalis grup band KLa Project. Selain memiliki grup band, Katon juga mengeluarkan album solo dan album trio bersama kedua saudaranya, Andre Manika dan Nugie (adik kandungnya). Katon tak cuma bisa menyanyi, tapi juga menciptakan lagu. 
 
Nama asli Katon adalah Ignatius Bagaskoro Katon. Sejak kecil, Katon telah menunjukkan bakat seni dan sangat menyukai puisi. Dukungan sang ibulah yang terus mendorongnya untuk mengembangkan bakat. Lagu pertama diciptakan Katon saat masih kelas IV SD. Lagu tersebut diciptakan untuk mengenang kebersamaan dengan sang kakek yang telah tiada. Katon menciptakan lagu tersebut dengan piano kayu kecil.
 
Kecintaannya pada musik kian bertambah. Katon pun belajar gitar dari kakaknya, Andre Manika. Sejak itu, Katon berlatih dan mulai menciptakan lagu dengan gitarnya, secara otodidak. Lagu-lagu ciptaan Katon, pada awalnya, banyak dipengaruhi oleh musisi senior seperti, Ebiet G. Ade untuk penulisan lirik, Fariz RM untuk trend musik, Koes Plus dan The Beatles. 
 
Merekalah musisi yang membentuk karakteristik musikal Katon. Lambat laun, semasa SMA, Katon berhasil menemukan gayanya sendiri, antara lain liriknya yang filosofis, estetis, dan romantis. Kedekatannya pada puisi memberi andil besar dalam memengaruhi gaya lirik-lirik lagu ciptaan Katon.
 
Mulanya, Katon bercita-cita menjadi diplomat. Sayang situasi dan kondisi memaksanya untuk bekerja. Di 1987, Katon bekerja sebagai cabin crew di perusahaan penerbangan Garuda Indonesia. Jiwa seni yang ada dalam dirinya tak begitu saja bisa diredam. Akhirnya di 1988, bersama teman-temannya, Lilo, Adi, dan Ari, Katon membentuk grup musik KLa Project.
 
Berbekal uang tabungan, mereka merekam sample lagu "Tentang Kita". Lagu tersebut disukai oleh produser dan menjadi hits. Album pertama bertajuk "KLa Project" dirilis 1988. Sampai 1999, Kla Project telah mengeluarkan delapan album dan dua buah album kompilasi lagu-lagu terbaik mereka. 
 
Ditambah satu album "New Chapter" yang dirilis 2004 dengan bendera "NuKLa". Eksistensi KLa Project selama hampir dua dekade sangat dipengaruhi oleh lirik dan untaian kata-kata puitis yang bermakna. Kreasi KLa Project dalam menciptakan lirik dan lagu melahirkan nuansa baru dalam dunia musik pop Tanah Air. 
 
Akhir 2008, KLa Project yang kembali menelurkan mini album bertajuk KLa Returns. Album ini semacam momentum kembalinya KLa Project ke belantika musik Indonesia seiring dengan kembalinya Lilo Radjadin, gitaris KLa yang diberitakan sempat keluar dari formasi KLa Project di 2001 silam. Lalu dengan formasi terkini, KLa Project kembali merilis album terbaru bertajuk Exellentia di penghujung 2010.
 
Untuk solo kariernya, Katon telah mengeluarkan tujuh album solo dan beberapa singel. Bersama kakak kandungnya, Andre Manika dan adik kandungnya Nugie, mereka bertiga pernah merilis album trio berkonsep humanis-religius dalam balutan musik yang menjadi style mereka masing-masing selama ini, yaitu britpop, modern-rock dan klasik berjudul Kidung Cinta. 
 
Karier bermusiknya juga membawa Katon mencoba menjadi produser musik. Penyanyi yang diproduserinya adalah Nugie, sebanyak tiga buah album (Bumi, Air, dan Udara). Tidak hanya menjadi produser, Katon pun pernah menjadi penata vokal dan juga memberikan lagu-lagunya untuk dinyanyikan oleh penyanyi lain.
 
Beberapa lagu Katon Bagaskara juga didaur ulang dan dinyanyikan oleh beberapa penyanyi muda dengan aransemen baru yang berbeda namun tidak mengurangi keindahan aransemen asli. Seperti lagu Negeri di Awan, dinyanyikan kembali oleh Delon, dan lagu Dinda di Mana, dibawakan duet oleh Elza dan Gracia Indri.
 
Selain bermusik, Katon juga aktivis lingkungan hidup. Berbagai kegiatan sosial dari menjadi Duta Lingkungan Hidup, Duta Baca Nasional hingga Supporter Kehormatan WWF Indonesia, juga menjadi bagian yang dilakoninya sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
 
Katon juga pernah aktif terlibat dalam kegiatan berorganisasi, seperti yayasan AMI (Anugerah Musik Indonesia), Yayasan KCI (Karya Cipta Indonesia) dan ASARI (Asosiasi Artis Rekaman Indonesia). Atas tindakan yang memprihatinkan dari pembajakan kaset/CD yang nyaris mematikan industri musik Indonesia, pada tahun 2002, Katon pernah menggelar aksi damai bernama AKSI CINTA PUTIH di Jakarta, Makassar dan Yogyakarta; dengan menempelkan stiker bertuliskan SAVE OUR CULTURE BY SAVING THE MUSIC (selamatkan budaya kita dengan menyelamatkan musik kita) di kaca-kaca mobil yang melintas di jalan; sebagai reminder bahwa dengan tidak membeli kaset/CD bajakan sebenarnya kita ikut menyelamatkan budaya kita yang perlahan-lahan terkikis oleh pembajakan dan ekspansi budaya asing. (cumicumi@Jak)

blog comments powered by Disqus

Local Buzz

Worldwire

Photos

Jumat, 24/5/2013 11:03

Mpok Nori bertemu Raffi Ahmad. Keduanya melepas rindu layaknya seorang cucu dan neneknya. Mereka memang berhubungan dekat. Bahkan Raffi tak…

 
 
more
Review cumicumi.com on alexa.com